FlamboyanNews.Com – Bengkulu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mendorong pengembangan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu,termasuk perihal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang saat ini tengah diusulkan Pelindo II.
Dimana diproyeksikan, Pulau Baai bakal menjadi Integrated Port yang mampu menjadi beranda ekonomi kawasan Barat Pulau Sumatra.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Baai Provinsi Bengkulu masih dalam tahap penggodokan. Kendati demikian kawasan tersebut sudah dilirik oleh para investor dalam negeri maupun luar negeri.
Dalam arahanya Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebutkan bahwa ada sekitar enam investor yang sudah berjalan di dalam proyek kawasan tersebut. Salah satunya adalah pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 2 x 100 megawatt yang saat ini konstruksinya sudah 75%.
Lebih jauh ditambahkan, dengan pengembangan Pelabuhan Pulau Baai, akan memberikan dampak signifikan bagi peekonomian Bengkulu. Begitu juga bakal berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja, hingga peningkatan investasi dan neraca ekspor.
“KEK harus kita dukung bersama-sama, karena jika terealisasi akan memberikan banyak manfaat bagi Bengkulu di masa mendatang,” imbuhnya.
Sementara dalam kesempatan Bengkulu Investmen Forum 2019 yang berlangsung hari ini di Jakarta, Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menjelaskan beberapa syarat KEK serta beberapa KEK yang sedang dalam pembangunan serta yang telah beroperasi. Sedangkan Direktur Operasi IPC Prasetyadi memaparkan kesiapan Pelindo II, danRektor UNIB Ridwan Nurazi menerangkan historis perekonomian Bengkulu.
Selain itu, “sudah ada persiapan investasi instalasi karantina hewan nasional, dengan adanya instalasi karantina hewan nasional, diharapkan impor ternak menjadi lebih terkontrol melalui satu pintu.”tambahnya
Rohidin juga menyebutkan bahwa Investor luar negeri seperti India ini bergerak dibidang pengolahan minyak. Investas ini diharapkan mendorong ekspor CPO sudah dalam bentuk produk turunan, nilainya Rp 4 triliun,” jelas Rohidin.
KEK Pulau Baai Bengkulu juga Makin Siap Direalisasikan, hal ini di sampaikan Direktur PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) IPC, Prasetyadi saat menggelar Forum Group Discussion di Kantor IPC Pusat.
Pihaknya menyampaikan bahwa dalam FGD tersebut memantapkan langkah IPC dan Pemerintah Daerah Bengkulu untuk merealisasikan KEK Pulau Baai Bengkulu.
Dikatakan, Pemprov akan terus berupaya mempercepat progres konektivitas antar wilayah melalui proyek strategis, seperti, tol, jalur rel kereta, dan pengembangan bandara.
Tak hanya untuk Bengkulu, KEK Pulau Baai diyakini akan menjadi akselerasi pertumbuhan ekonomi untuk wilayah sekitar yang komoditasnya tak jauh berbeda.
“Secara historis, Bengkulu pernah menjadi pusat perdagangan sekaligus pengawasan jalur Selat Malaka pada abad–17. KEK Pulau Baai, jelas akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Bengkulu dan sekitarnya, tentunya melalui hiliisasi dan jalur ekspor yang tebuka,” jelasnya.
(ADV)












