Ketua FK-LSM Provinsi Bengkulu, Desak Wali Kota Agar Kaji Ulang Penutupan Cafe

Ketua FK-LSM Provinsi Bengkulu, Desak Wali Kota Agar Kaji Ulang Penutupan Cafe

FlamboyanNews.Com, Kota Bengkulu – Menindaklanjuti surat edaran nomor 228/28/B. Kesbangpol tentang pengehentian kegiatan yang bersifat keramaian dan kerumunan yang dikeluarkan oleh Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, SE membuat pegusaha cafe dan restoran meradang, (24/01/2021).

Akibat dari kebijakan yang dikeluarkan oleh walikota Bengkulu tersebut tidak hanya merugikan pemilik Cafe, tapi juga akan berdampak ke pengusaha perhotelan, padahal selama ini mereka semua pengusaha baik pemilik Cafe maupun Restoran, dan juga pemilik Hotel membayar pajak kepada pemerintah kota Bengkulu sebagai pendapatan Asli Daerah.

Surat edaran wali Kota Bengkulu, Tentang penghentian kegiatan yang bersifat Keramayan/Kerumunan

“Menurut pria yang akrab disapa Agus Kisut, meminta Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan agar mengkaji ulang atas keputasan Wali Kota jika nanti itu terealisasi pembatasi waktu beroprasi dikhawatirkan pelaku usaha akan sepi berujung merugikan penghasilan pengusaha tersebut.

“Selama ini baik pemilik Cafe maupun Restoran dan Perhotelan yang ada di Kota Bengkulu semuanya sudah membayar pajak, kalau usaha dibatasi apalagi pemilik Cafe bagaimana mereka bisa membayar pajak sebagai kontribusi untuk kepemerintah kota Bengkulu.

Sementara itu, Perwakilan pengusaha Cafe, Ketua FK-LSM Provinsi Bengkulu Agus Kisut mengatakan agar keputusan dan kebijakan walikota yang membatasi waktu terhadap pemilik Cafe agar ditutup pukul 10.00 Wib jelas merugikan pegusaha serta PAD kota Bengkulu.

Pendapat ini ia lontarkan bukan serta merta tidak mendukung roda pemerintah di Kota Bengkulu.

Jika nanti wacana itu terealisasi Pengusaha Cafe dan pemilik Restoran tidak hanya keberatan membayar pajak ke pemerintah, tapi gaji karyawan juga merasa kesulitan

Ia berharap, dengan masukan yang telah dilayangkan Ketua FK-LSM Provinsi Bengkulu kepada awak media online Bengkulu dapat kembali dipelajari lebih dalam dan dievaluasi.

Untuk itu, sekali lagi, Ketua FK-LSM Provinsi Bengkulu meminta untuk dilakukan pertimbangan dan perlu adanya kajian, “Kami kira itu yang terbaik. Jadi dikaji lagi baik dan buruknya, “ungkap Agus Kisut. (FN)

Reporter : Dirgantara Putra
Editor : Narto