Flamboyannews.com, Bengkulu – Wisata pantai Tapak Paderi sepertinya sudah menjadi lokasi terbaik bagi para wisatawan lokal di Provinsi Bengkulu. Bahkan destinasi yang sangat dekat dengan Benteng Marlborough tersebut bisa dibilang salah satu wisata andalan bagi kaula mudah.
Reno seorang pengunjung mengatakan, Tapak Paderi adalah wiasata alam yang menarik untuk dikunjungi. Apalagi dikala waktu senja menyonsong, yang menurutnya kondisi tersebut sangat pas untuk menikmati indahnya deburan ombak sembari menikmati cemilan yang dijajak para pedagang.
“Wau, disini suasana sangat menakjubkan,kita bisa melihat pemandangan laut yang terbentang luas,di selimuti awan yang biru serta kita juga bisa melihat sunset dikala senja tiba,” ujar Reno, Kamis (04/04/2019).
Diaktakan Reno, taidak haya sebagai pelepas penat, tempat ini juga busa dimnfaatkan untuk berbagai aktivitas lainya, mulai dari berfoto riah hinggah tempat prewedding.
“Disini juga kita lihat banyak para pengunjung memanfaatkan waktu sorenya dengan memancing,berfoto-foto dengan teman-temannya,ada juga mereka para calon penganten memanfaatkan alam untuk foto prewedding,” puji Reno.
Namun terlepas dari ketakjuban seorang Reno, salah seorang pengunjung, Sulaiman menuturkan, tempat tersebut memang indah, tapi sayang hampir semua mata memandang, wisata tersebut tampak sedikit tak terawat, bahkan tak jarang tumpukan sampah, ranting dan semak belukar menjadi pandangan utama bagi wisatawan.
“Coba kita lihat disekeliling pinggir pantai ini sudah sangat penuh dengan sampah dan rumput-rumput yang sudah setinggi manusia,” ujarnya.
“Kita berharap masyarakat pengunjung disini bisa berinisiatif untuk membersihkan sampah yang berserakan. Toh ini untuk kebaikan kita jugakan, selain masyarakat kita juga berharap agar Pemerintah untuk peduli terhadap wisata Bengkulu ini,masa wisata yang bagus ini seakan-akan terabaikan. Lihat saja di pinggir tempat orang joging atau olahraga banyak rumput-rumput yang sudah tinggi seperti semak-semak, kita khawatir tempat ini bisa dijadikan tempat maksiat,” keluh Sulaiman. (Rls)












