Flamboyannews.com, Bengkulu – Pasar Tradisional Modern (PTM) Pasar Minggu di Bengkulu mengalami kelesuan, dengan banyak kios yang ditutup dan minimnya pembeli.
Penyebab utamanya adalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL) liar di sekitar PTM yang belum mendapatkan penertiban serius dari Pemerintah Kota Bengkulu, Sabtu (30/09/2023).
Baca Juga: Pesta Kewirausahaan dan UMKM Bengkulu Berjaya, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Bagi UMKM
Zulkifli Ishak, SE, selaku Kepala Badan Pengolala PTM-Mega Mall Bengkulu, menyoroti kurangnya tindakan tegas pemerintah terhadap PKL liar yang secara nyata melanggar aturan.
Ia menawarkan solusi dengan membuka pintu bagi PKL untuk berdagang di dalam PTM tanpa dipungut biaya sewa kios.
Namun, upaya pihak PTM untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota dan instansi terkait mendapat hambatan, karena tidak adanya tanggapan atau respons yang memadai.
Situasi ini juga menghambat upaya untuk meningkatkan kunjungan ke PTM-Mega Mall, dengan banyak perusahaan yang ingin berkolaborasi namun terkendala oleh PKL yang tidak tertib.
Tidak hanya itu, kondisi ini juga berdampak pada omzet pedagang di PTM, terutama setelah kejadian kebakaran besar beberapa tahun lalu dan pandemi Covid-19.
Banyak pedagang yang terpaksa menutup kios mereka, menjadikan PTM semakin sepi. Perkembangan teknologi dan maraknya bisnis toko online juga mempengaruhi daya tarik PTM, dengan persaingan harga yang semakin ketat.
Dalam situasi ini, diperlukan langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi PTM Pasar Minggu di Bengkulu.
Editor : Gina Rivaldo












