flamboyannews.com, Bengkulu – Guna menjalin silaturahmi serta menyatukan aspirasi, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menggelar diskusi antara pengurus dan anggota, Sabtu (26/10/2019) sore di Waroeng Gurame dan Seafood Mas AL Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
Acara yang bertema “Bersama Kita Ciptakan Sitkamtibmas yang aman, damai dan kondusif di Provinsi Bengkulu” ini dihadiri Dewan Pimpinan SPSI Benteng, Haulan Ismadi, Pimpinan SPSI Benteng Cabang Perkebunan, Muhammad Ganti, perwakilan pekerja dari berbagai perusahaan perkebunan, tambang dan pabrik se-Bengkulu Tengah.

“forum silaturahmi ini dipergunakan untuk sharing pendapat, masukan maupun permasalahan yang terjadi terhadap pekerja,” ujar Dewan Pimpinan SPSI Benteng, Haulan Ismadi dalam sambutannya.
Lanjutnya, permasalahan krusial yang dihadapi sekarang yakni mengenai Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang sempat dicanangkan awal tahun lalu hingga kini yang belum terealisasi.
“Padahal mengenai UMK ini telah dibahas, tapi belum ada juga keputusan dari pemerintah,” jelasnya kemudian.
Sementara dalam sesi diskusi, salah satu perwakilan pekerja Marta (40) menyampaikan aspirasi yang harus diambil sikap SPSI Benteng. yakni, mengenai nasib pekerja di Perusahaan Perkebunan PT. Bumi Rafflesia Indah (PT.BRI) yang dua bulan ini seakan tidak memiliki status.
“Jadi kami yang bekerja di PT.BRI sampai saat ini bekerja dalam sebulan itu hanya enam hari dengan upah 500 ribu Rupiah. bagaimana kami dapat menghidupi kelurga jika seperti ini,” ungkapnya dalam forum.
Begitupun disampaikan Budi (45), ratusan pekerja di PT.BRI saat ini hanya menggantungkan nasib dari perusahaan. Jika tidak ada kejelasan, seharusnya PT. BRI menyampaikan secara langsung.
“Kami berharap SPSI dapat menyampaikan asirasi kami ini ke pimpinan PT.BRI agar kami mendapatkan kepastian. jika perusahaan tutup ya bagaimana dengan pesangon. Karena ratusan orang yang menggantungkan hidup di PT.BRI,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Perwakilan Cabang (PC) Perkebunan SPSI, Muhammad Ganti mengatakan, permasalahan yang dihadapi pekerja PT.BRI akan segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat.
“Kita akan memperjuangkan segala aspirasi teman-teman yang bekerja di PT.BRI. Kita sama-sama berharap agar nasib seluruh pekerja mendapatkan perhatian pemerintah. Segala upaya akan kita tempuh, namun yang jelas kita akan memperjuangkan sesuai tema kita hari ini, yakni damai, aman dan kondusif,” tutup M.Ganti.
Usai acara, SPSI Bengkulu Tengah mengucapkan terimakasih Kepada Polri dan TNI yang telah pelaksanaan pemilu dan Pelantikan Presiden RI yang berjalan aman dan kondusif serta SPSI Beteng turut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. NKRI Harga Mati! (Repi)












