Flamboyannews.com, Kota Bengkulu – Saat berkunjung ke Kota Bengkulu, Deputi KSPK BKKBN RI Novian Andusti mengapresiasi Pemerintah Kota Bengkulu, dalam hal ini Walikota Helmi Hasan yang menggalakkan Kota Bengkulu merdeka stunting atau zero stunting.
Ia mengaku Walikota Helmi memegang peran krusial yang mana sukses mengajak seluruh stakeholder dalam menekan angka stunting di Kota Bengkulu.
Baca Juga : Korem 041/Gamas Giat Komunikasi Sosial Dengan Keluarga Besar TNI Bengkulu
“Komitmen luar biasa dari bapak Walikota dan jajarannya, daerah lain mencanangkan grebek stunting untuk mengurangi angka stunting. Tapi beliau malah lebih gigih lagi dengan mencanangkan zero stunting,”ujar Novian dihadapan jajaran Pemkot Bengkulu.
Menurutnya, Kota Bengkulu menjadi kunci keberhasilan Provinsi Bengkulu dalam menurunkan angka stunting. “Ini luar biasa, gebrakan Kota Bengkulu dalam penurunan angka stunting dari 22,1 menjadi 12,9 persen (2022) patut diapresiasi, dan lebih hebatnya lagi angka ini di bawah rata-rata nasional,”jelasnya, seperti di Lansir dari Halaman Media Center Kota Bengkulu.
Baca Juga : Tinjau Jembatan Gantung Yang Sempat Viral, Sekda Seluma: Sudah Kita Anggarkan Sebesar Rp 700 juta
Setelah itu, Novian menjelaskan, Ada tiga kerugian jika anak mengalami stunting yakni tidak tumbuh baiknya postur. Kemudian membuat tidak cerdas, dalam artian IQ dan daya tangkap otaknya dibawah rata-rata dan ketiga ketika dewasa sering sakit-sakitan, dan hal ini tentunya menyusahkan orang sekitarnya.
Untuk itu, Ia berpesan untuk tetap menjaga kestabilan pravelensi stunting di kota Bengkulu dan terus menggalakkan program merdeka stunting.
Baca Juga : Pemkab Bengkulu Utara, Terima Kunjungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Bengkulu
Kemudian, dalam menekan stunting diberbagai daerah. Pemerintah Pusat menekankan bantuan stunting yang diberikan masyarakat harus tetap sasaran, apalagi hari ini Jumat (14/07/2023), Pemkot Bengkulu resmi melaunching dapur sehat atasi stunting (Dashat).
Peluncuran Dahsat ini sebagai upaya mewanti uang tunai yang diberikan secara langsung ke masyarakat, tetapi bukan dikosumsi oleh ibu hamil atau bayi terindikasi stunting melainkan oleh anggota keluarga lainnya.
Editor : Gina Rivaldo












