Flamboyannews.com, Bengkulu – Batik Ecoprint karya warga binaan Lapas Perempuan Kota Bengkulu terdiri dari beragam motif. Hal itu disampaikan oleh Kepala Lapas Perempuan Bengkulu Gayatri Rachmi Rilowati.
Dalam kunjungannya ke Kantor Walikota Bengkulu, Gayatri sempat memberikan batik bermotif daun jati kepada Walikota H Helmi Hasan.
Baca Juga : Hukum dan Hak Asasi Manusia, Gubernur: Pelajar Harus Paham Isu-Isu Global Demokrasi dan HAM
Tujuannya mengunjungi Walikota hari itu, lanjut Gayatri, untuk kordinasi terkait izin klinik di Lapas Perempuan Bengkulu.
“Alhamdulillah beliau sangat senang menerimanya,” ujar Gayatri, didampingi sejumlah jajarannya saat mengunjungi Walikota Bengkulu H Helmi Hasan, seperti dikutip flamboyannews.com dari konkret.id, Rabu.(26/07/2023).
Baca Juga : Kelangkaan Gas LPG 3 KG, Mian Surati PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel
Pembuatan batik ecoprint berbahan dasar alami. Saat ini dalam bengkel kerja Lapas Perempuan Bengkulu, kegiatan membatik terus berlangsung.
“Bengkel kerja untuk batik kita terus dukung, guna memberikan ilmu terhadap warga binaan yang ada. Terlebih lagi untuk hasil motif sudah didaftarkan dan tercatat resmi. Agar kedepannya, hasil warga binaan perempuan ini dapat diminati pula oleh masyarakat luar,” ungkapnya.
Baca Juga : Lantik 256 P3K Guru, Bupati Mian: Tingkatkan Kinerja Terbaik Sebagai Seorang Pendidik
Menurut Gayatri, saat ini pihaknya sudah memiliki lima corak atau motif batik yang memiliki hak cipta. Bukan hanya motif Bunga Raflesia, namun menariknya beberapa motif diambil dari kearifan lokal dan keindahan alam yang ada di Provinsi Bengkulu.
“Inovasi pembinaan khususnya dalam membatik ini baru terlaksana di Provinsi Bengkulu. Gayatri berharap, dengan kegiatan ini warga binaan tidak kembali melakukan kesalahan kembali karena telah dibekali ilmu dan kemapuan membatik,” katanya.
Editor : Gina Rivaldo












