Warga Kecamatan Napal Putih Bergantung pada Sungai untuk Air Bersih

Warga di Desa Muara Santan mendapatkan pasokan air dari mobil tangki yang dikerahkan sejumlah perusahaan, Minggu (15/10/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi
Warga di Desa Muara Santan mendapatkan pasokan air dari mobil tangki yang dikerahkan sejumlah perusahaan, Minggu (15/10/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi

Flamboyannews.com, Bengkulu Utara – Kemarau yang disebabkan oleh fenomena El Nino semakin memunculkan dampak ekstrim.

Dalam satu bulan terakhir, warga di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, telah bergantung pada aliran sungai Ketahun sebagai pasokan air mereka.

Baca Juga: Pencuri Kotak Amal di Kepahiang, Diamuk Massa dan Diamankan oleh Polisi

Warga di Kecamatan Napal Putih telah terpaksa memanfaatkan air sungai Ketahun sebagai alternatif karena selama sebulan terakhir, sumur-sumur yang biasanya mereka andalkan telah mengering.

Amri, seorang warga Desa Muara Santan, Kecamatan Napal Putih, menjelaskan bahwa mereka mengambil air dari sungai Ketahun untuk berbagai keperluan seperti mencuci, mandi, dan lainnya karena hampir semua sumur di rumah mereka mengalami kekeringan.

Baca Juga: Dugaan Gangguan Tegangan Listrik Akibat Tower BTS di Desa Suka Maju

“Sudah satu bulan ini kami mengambil air dan melakukan aktivitas seperti mencuci, mandi, dan lain sebagainya di aliran sungai Ketahun,” ujar Amri.

Untuk kebutuhan air minum sehari-hari, warga seperti Amri masih harus membeli galon air minum dari depot-depot air. Meskipun beberapa perusahaan telah menyediakan bantuan air bersih, pasokan tersebut terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan warga.

Amri juga menekankan bahwa air yang diterima dari perusahaan masih mengandung bekas CPO (Crude Palm Oil), sehingga tidak cocok untuk keperluan minum.

Editor : Gina Rivaldo