Flamboyannews.com, Seluma – Aksi pencurian tandan buah segar (TBS) sawit semakin marak di wilayah Seluma Barat dan Lubuk Sandi, Sabtu (09/09/2023).
Keberanian para pencuri yang tampaknya menjadikan ini sebagai “pekerjaan sehari-hari” telah menciptakan ketidaknyamanan dan kerugian besar bagi petani sawit di daerah ini.
Munculnya aksi pencurian ini mengejutkan banyak warga, terutama karena para pelaku diketahui tidak memiliki kebun sawit sendiri. Mereka rutin mencuri TBS sawit dari kebun milik petani dan menjualnya kepada para tengkulak.
Penduduk Seluma, seperti Gun, seorang pengelola kebun di daerah Lubuk Lagan, merasakan dampak langsung dari aksi pencurian ini.
“Kebun yang saya kelola juga pernah jadi sasaran pencurian. Saya bahkan tahu siapa pelakunya, tapi belum berhasil menangkapnya,” ungkapnya dengan nada kesal.
Baca Juga: Truk Batu Bara Terbalik di Bengkulu, Pengemudi Selamat dari Tabrakan dengan Motor
Pelaku pencurian ini sering melakukan patroli di kebun-kebun milik warga. Ketika pemiliknya tidak berada di tempat, mereka dengan seenaknya mengambil TBS sawit, bahkan dalam jumlah besar. Salah satu petani, Rolan, mengeluhkan, “Buah sawit yang sudah sedikit pun dicuri lagi. Sepertinya jika mereka tertangkap, kita tidak boleh memberi ampun dan mereka harus dimasukkan ke penjara.”beber Rolan dengan nada kesal.
Keadaan semakin parah di Kecamatan Seluma Barat dan Kecamatan Lubuk Sandi karena para pencuri ini belum tertangkap hingga saat ini. Mereka selalu memilih kebun yang sepi atau tidak memiliki pemilik saat beraksi. Biasanya, pelaku membawa motor yang telah dimodifikasi untuk mengangkut TBS sawit seberat 200-250 kilogram.
Baca Juga: Kemendagri Beri Penghargaan ke Pemprov Bengkulu Terkait Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih
Ginting, seorang pemilik kebun di Seluma Barat, mengusulkan agar masyarakat setuju untuk mengawasi kebun-kebun mereka bersama-sama. Dia juga menekankan perlunya tindakan hukum terhadap tengkulak yang ikut membeli TBS sawit curian. “Mereka juga harus diproses hukum karena mereka memfasilitasi pencurian,” jelas Ginting.
“Masyarakat Seluma Barat dan Lubuk Sandi diharapkan dapat bekerja sama dalam patroli untuk menangkap para pencuri TBS sawit dan memastikan penegakan hukum yang tegas. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masalah pencurian sawit dapat diminimalisir dan para pelaku dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku, “tambah Ginting.
Editor : Gina Rivaldo












