Wujudkan Kemandirian Masyarakat Desa, Widya Wisata TTG Kemendes di MVF Kepahiang

FlamboyanNews.Com, Kepahiang – Widya wisata gelar Tekonologi Tepat Guna (TTG) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Selasa (24/9/19) melakukan kunjungan ke Kabupaten Kepahiang. Tepat pada pelaksanaan Mountain Valley Festival 2019 yang dipusatkan di lapangan Sidorejo Kecamatan Kabawetan, nuansa teknologi tepat guna juga ditampilkan oleh masyarakat Kepahiang antara lain produksi kopi, hasil olahan pertanian hingga produksi Usaha Kecil Menengah (UKM).

Seperti diketahui Gelar TTG menjadi instrumen bagi inovator untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa melalui berbagai produktivitas yang berbasis kearifan lokal. Sejalan dengan pelaksanaan MVF di Kabupaten Kepahiang, event TTG memberikan manfaat dan sangat strategis untuk promosi dan memasyarakatkan jenis-jenis inovasi desa.

“Dalam pelaksanaan mountain valley festival ini, juga ada TTG oleh masyarakat. Bukan hanya wisata saja, namun ada hasil olahan produk daerah seperti kopi yang diolah BUMDes, serta produk-produk lainnya yang dengan harapan sebagai ajang motivasi dan promosi,” sampai bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PMD Ir. H. Ris Irianto, M.Si menyampaikan TTG merupakan salah satu cara atau pendekatan yang ampuh dalam upaya mendorong percepatan mewujudkan kemandirian masyarakat desa. Dengan adanya TTG diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi di tingkat pedesaan.

“Desa-desa di Kabupaten Kepahiang sudah mulai mengembangkan beberapa potensi yang menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi masyarakat. Dengen potensi yang ada desa dapat menggunakan anggaran untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi masyarakat,” jelas Ris Irianto.

Widya wisata TTG di Kabupaten Kepahiang dihadiri Ditjen PMD Sri Suhartini, SE dalam kesempatan itu ia menyampaikan desa-desa dapat memanfaatkan potensi yang ada untuk dapat dikembangkan, desa dapat melakukan pelatihan kewirausahan yang mendukung pengolahan produk yang dibutuhkan masyarakat.

“Para kepala desa diharapkan dapat memanfaatkan TTG, memfasilitasi masyarakat akan pentingnya penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan potensi sumberdaya alam yang ada di desa. Dengan kualitas dan kuantitas, maka produk itu nantinya menjadi produk unggulan,” sampai Sri.