Opini  

Kisah Nyata: Catatan Kelam Sang Mantan Pecandu Narkoba

Ilustrasi. (Gambar istimewa).(Deni/Flamboyannews.com)
Ilustrasi. (Gambar istimewa).(Deni/Flamboyannews.com)

Kisah Nyata

Menjadi seorang pecandu narkoba tentu bukanlah cita-cita. Meski di sebagian benak generasi muda menjadi ‘kebanggaan’ sebagai pemakai narkoba, namun etika dan moral di masyarakat khususnya keluarga, pemakai narkoba adalah aib. Aib yang harus dihindari dan dijauhi.

Saking malu karena dimengerti sebagai aib, bahkan menyembunyikan bila ada anggota keluarga yang terlanjur menjadi pecandunya. Tanpa disadari, bahwa hal itu semakin membahayakan jiwa pecandunya.

Pemahaman yang kabur tentang betapa berbahayanya ‘barang-barang bermerek narkoba’ itu, terkadang tak sanggup mengalahkan ‘gengsi’ dan harga diri keluarga di mata masyarakat.

Banyak faktor orang terseret ke dalam rayuan narkoba. Awal pemakai narkoba bukanlah kecelakaan, namun telah diketahui akan bahaya maupun dilarangnya barang tersebut. Namun rasa ingin tahu, penasaran, ingin mencoba, gaya hidup, dan lain sebagainya mengalhkan akal sehat.

Akal sehat yang akan menjadi tidak sehat dengan digerogotinya oleh zat-zat jahat yang dikandung di dalamnya.

Seperti halnya Dank Pire, demikian nama panggilan akrabnya. Dia adalah mantan seorang pecandu narkoba yang sempat ‘bersahabat’ dengan narkoba selama puluhan tahun. Sekian lama jatuh bangun menjalani kehidupan kelam seorang pecandu.

Hingga semangat perubahan meneranginya untuk mengubah gaya hidup suram menjadi gaya hidup sehat seperti umumnya.

Tentunya tidak mudah dilakukannya, namun bertahap Dank Pire menemukan titik terang dari perjalanan suram masa lalunya yang hampir tak ada impian masa depan di dalam benaknya saat itu. (Deni)

Bersambung . . . .