Pembangunan Jalan Poros Pulau Enggano Mendekati Penyelesaian

Pembangunan jalan poros di Pulau Enggano Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara sempat terhenti saat ini kembali dilanjutkan untuk menyelesaikan sisa sepanjang 18 Km dari total panjang keseluruhan 32 Km dan sebanyak 7 jembatan penghubung, Sabtu (30/09/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi
Pembangunan jalan poros di Pulau Enggano Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara sempat terhenti saat ini kembali dilanjutkan untuk menyelesaikan sisa sepanjang 18 Km dari total panjang keseluruhan 32 Km dan sebanyak 7 jembatan penghubung, Sabtu (30/09/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi

Flamboyannews.com, Bengkulu Utara – Pulau Enggano, sebuah destinasi yang kini menjadi perbincangan hangat, terutama dalam konteks pembangunan jalan poros. Proyek tersebut, yang berlokasi di Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, tengah menarik perhatian karena mengalami penundaan namun kini kembali dilanjutkan untuk menyelesaikan 18 Km tersisa dari total panjang 32 Km beserta 7 jembatan penghubung yang direncanakan.

Sebanyak 13,5 Km dari total jalan telah berhasil dibangun dengan memanfaatkan anggaran pinjaman luar negeri sebesar Rp 187 miliar.

Baca Juga: Prajurit TNI dan Masyarakat Bersatu dalam Proyek TMMD di Desa Kembang Ayu

Pelaksanaan pembangunan jalan ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI bekerja sama dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, “proses pembangunan terus dilakukan dengan tekun. Target total panjang jalan sepanjang 32,82 Km diharapkan dapat terwujud pada tahun 2024, “kata Tejo, Sabtu (30/09/2023).

Penyelesaian 18 Km jalan yang tersisa telah memasuki tahap lelang pengerjaan. Meskipun anggaran awal dari pinjaman luar negeri sebesar Rp 187 miliar telah teralisasi, proyek ini mengalami perubahan konsep yang mempengaruhi jalannya, seperti pemendekan panjang dan penggunaan pengerasan kaku.

Perubahan konsep ini disesuaikan dengan keinginan Kementerian PUPR untuk menerapkan pengerasan kaku pada jalan.

Baca Juga: Kasus Perundungan di Bengkulu, Panggilan untuk Berantas Kekerasan di Sekolah

Namun, perubahan ini juga mempengaruhi jadwal pengerjaan dan menuntut penambahan dana yang diperlukan. Namun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini pada tahun 2024.

Dengan perkembangan ini, Pulau Enggano semakin mendekati terwujudnya jalan poros yang akan membuka aksesibilitas dan mendukung perkembangan di wilayah tersebut.

Hal ini tentu menjadi sebuah langkah positif untuk Pulau Enggano dan dapat diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat serta pariwisata di pulau ini.

Editor : Gina Rivaldo