Flamboyannews.com, Bengkulu – Aksi kebut-kebutan di Jalan Padang Harapan yang saat ini sudah berganti nama menjadi jalan Bundaran Achmad Rusli, Kota Bengkulu membuat warga setempat dan pengguna jalan sangat terganggu.
Septo Angga Putra, salah satu warga sekitar Jalan Bundaran Achmad Rusli, sangat resah adanya balapan liar.
Dia mengaku tidak dapat tidur nyenyak setiap kali ada balap liar apa lagi malam minggu seperti malam nanti.
Baca Juga: Peduli Keselamatan, Polisi Berikan Teguran Simpatik Kepada Pelanggar Lalu Lintas
Memang agak jauh kak, tapi suara kenalpot bisingnya minta ampun, sampai kedapur rumah kami, ”ujarnya kepada Flamboyannews.com, Sabtu (19/08/2023).
Tak hanya itu, Septo mengatakan, beberapa diantara mereka/pembalap liar tersebut, lari dan masuk kearah gang saat ada patroli, membuat suara kenalpotnya semakin bising.
Ia berharap, pihak berwenang dapat mengamankan para pelaku balap liar agar masyarakat dapat bisa merasa lebih tenang.
“Seperti kami warga takutnya hilang kesabaran kak, kalau kami langsung turun tangan takutnya kami salah, tapi kalau begini terus kami yang sengsara terutama setiap malam minggu seperti malam nanti, Pasti kami mendengarkan kebisingan kenalpot pembalap liar,” tambahnya.
Bahkan seperti malam Minggu kemarin, peserta pebalap liar mengalami nasib buruk, mereka menabrak dan mengalami luka robek di lengan kanan dan lututnya.
Bahkan pebalap liar itu kucing-kucingan dengan Pihak Kepolisian, saat polisi datang mereka berhamburan pergi entah kemana, dan setelah patroli pulang mereka kembali berulah.
Baca Juga: Bahas Rencana Deklarasi Prabowo, Gerindra dan Gelora Bertemu Hari Ini
Warga Jalan Bundaran Achmad Rusli lainnya, Erwin menyebut aktivitas balap liar tersebut dimulai sekitar pukul 24.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB, bahkan semakin larut semakin banyak yang berkumpul.
Apalagi dari putaran Masjid Raya Baitul Izah Padang Harapan, Pembalap liar biasanya start dan terus ngegas dan menggeber motornya dan yang pastinya suara knalpot sangat mengganggu ketenangan waktu istirahat warga.
“Kalau bisa polisi saat ingin merazia pembalap liar, saran dari kami Polisi mengenakan pakaian biasa saja, kalau masih pakaian Dinas atau mobil Patroli pasti kabur semua mereka, kami minta agar mereka ditindak tegas,” pungkasnya.
Editor : Gina Rivaldo












