Bappeda Rejang Lebong Gelar Pelatihan Program KOTAKU

 

flamboyannews – Rejang lebong, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Rejang Lebong, Rabu pagi, 17 Oktober 2018, menggelar pelatihan Unit Pengelola Lingkungan (UPL) Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), yang dilaksanakan di Aula Setdakab Rejang Lebong.

Acara tersebut dibuka oleh Asisten I Pemkab Rejang Lebong Pranoto Majid, dihadiri oleh Kepala Bappeda RL, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas DLH, Direktur Poltek RL, Direktur PDAM dan Para peserta pelatihan.

Sekertaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, R. A. Denni, melalui Asisten I Pranoto Majid mengatakan, program KOTAKU sebagai suatu upaya pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah yang berfokus dalam penanganan kumuh secara berkelanjutan.

“Melalui kota tanpa pemukiman kumuh di tahun 2019, Direktorat Jenderal Cipta Karya menginisiasi pembangunan dengan Platform kolaborasi melalui program KOTAKU,” ujar Pranoto saat menyampaikan pidatonya.

“Program KOTAKU akan mendukung pemerintah daerah sebagai pelaku utama penanganan permukiman kumuh dalam mewujudkan pemukiman layak huni dan berkelanjutan,” tambhanya.

Kabupaten Rejang Lebong, lanjut Pranoto, melalui pembangunan jangka menengah sampai dengan tahun 2019 akan melakukan pengurangan luasan kawasan permukiman kumuh seluas 489,92 hektar.

“Dalam mencapai target tersebut secara khusus telah ditetapkan lokasi yang di indikasikan kumuh di 9 kecamatan, terdiri dari 15 kelurahan dan 11 Desa yang diputuskan melalui keputusan Bupati No 180.577.XII Tanggal 5 Desember 2016,”jelasnya.

Pranoto berharap, dengan adanya pelatihan penguatan bagi UPL hari ini para peserta akan menjadi paham dan terampil dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

“Diharapkan kedepannya peserta dapat lebih terampil dalam mereview peran dan kegiatan yang telah dilakukan, memperkuat pemahaman mengenai langkah-langkah pengendalian infastruktur.,” ucapnya.

“Kemudian peserta juga dapat mengenal dan memahami tentang pengamanan dampak sosial dan kingkungan, serta dapat menciptakan ide-ide kreatif dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan infrastruktur yang inovatif terkhususnya di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (ANDI)