Flamboyannews.com, Bengkulu – Program hapus tato untuk para sahabat hijrah terus bergulir, semakin banyak masyarakat merasakan manfaat akan hadirnya program ini. Dua ratus lima puluh lebih sahabat hijrah yang meemiliki tato telah dilayani dengan baik.
Semenjak bergulirnya program mulia ini banyak sekali permintaan dan harapan dari masyarakat yang ingin menghapus tato. Kota-kota besar di seluruh nusantara telah menghubungi Islamic Medical Service (IMS) agar layanan hapus tato ke tempat mereka.
Setelah sebagian kota di Jawa Tengah dan beberapa kota di Jawa Timur dikunjungi oleh Mobil Hijrah dengan layanan hapus tato, pada kesempatan kali ini giliran Sumatera.
Adapun kota-kota yang akan dikunjungi adalah Bengkulu, Jambi, Palembang dan Lampung. Terpilihnya di kota-kota tersebut karena telah siapnya panitia setempat untuk menghadirkan dan mensukseskan program hapus tato gratis.
Program ini hadir di Sumatera dalam rangka untuk menyambut dan memperingati tahun baru Islam yang ke-1440 H yang jatuh pada tanggal 11 September 2018.
Banyak orang yang tanpa berpikir panjang membuat tato di tubuh mereka. Ini mulai dari ukuran kecil hingga dengan ukuran ekstrem sampai memenuhi bagian-bagian tubuh. Seiring waktu berjalan dan kehidupan berubah, banyak para pemilik tato ini menyesal dan ingin menghapus gambar-gambar permanen itu.
Sayangnya, untuk menghapus tato bukan perkara mudah, karena selain harus kuat menahan sakit juga musti memiliki cukup uang. Soalnya, menghapus tato memang membutuhkan biaya yang tidak bisa dibilang murah.
Namun, pada 2017 lalu muncul sebuah kegiatan yang diprakarsai sejumlah lembaga sosial yang diberi nama ‘Hapus Tato Keliling’. Salah satu lembaga sosial tersebut adalah Islamic Medical Service (IMS) yang merupakan lembaga sosial dan bergerak di bidang kesehatan. INDOPOS pun mencoba mengunjungi kantor IMS yang berlokasi di Jalan Bekasi Timur IV Nomor 130, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur.
Menurut Ongki, awal mula program Hapus Tato Keliling dilaksanakan oleh IMS bekerja sama dengan komunitas Gerak Bareng dan juga Punk Muslim pada 2017. Ketika itu ada sejumlah sahabat yang ingin menghilangkan tato di tubuh mereka, dan kemudian hijrah untuk memperdalam agama. Jadi dibuatlah kegiatan Hapus Tato, dan juga pembentukan majelis pengajian untuk memperdalam ilmu agama yang beranggotakan para mantan peserta Hapus Tato.
Selain itu, perbedaan lainnya lagi adalah program IMS ini sudah diikutsertakan dalam program OK OCE yang diprakarsai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Bahkan, dijadwalkan dalam launching nanti akan turut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. “Jadi launching ini sebagai penanda bahwa IMS akan memulai sendiri kegiatan Hapus Tato Keliling. Pemilik tato yang ikut serta dalam launching program ini tidak dipungut biaya alias gratis,” jelasnya.
Kepala BMH Perwakilan Bengkulu, Ahmad Sofyan menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud dari dakwah strategis di era kekinian.
“Program ini terus diupayakan agar percepatan penambahan kader yang siap mengemban amanah dakwah ke berbagai penjuru daerah selalu tersedia. Sebab, sekarang ini, permohonan tenaga dai yang siap membina masyarakat setiap waktu selalu ada saja permintaan masyarakat kepada kita,”
“Hapus tato adalah bentuk dakwah strategis untuk membantu mereka yang ingin totalitas dalam hijrahnya. Tentu saja dengan kesadaran sahabat hijrah yang semakin baik, kehidupan kaum Muslimin perlahan akan semakin baik. Dan, ini adalah bagian utama dari beragam program BMH yakni dakwah dan pendidikan,” tuturnya.Ahmad Sofyan kelahiran madura ini.












