Kekecewaan Warga Bengkulu Selatan Terkait Kebijakan PT Sinar Bengkulu Selatan

Beginilah wujud Sungai Selali yang dituding tercemar limbah PT SBS, Bengkulu Selatan, Sabtu (14/10/2023).Flamboyan Foto/Sulistii
Beginilah wujud Sungai Selali yang dituding tercemar limbah PT SBS, Bengkulu Selatan, Sabtu (14/10/2023).Flamboyan Foto/Sulistii

Flamboyannews.com, Bengkulu Selatan – Terkait kebijakan manajemen PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) yang membatasi penyaluran air bersih kepada warga sekitar selama musim kemarau, warga di Kabupaten Bengkulu Selatan terus merasa kecewa.

Warga merasa alasan manajemen perusahaan kelapa sawit ini, yang menyebut pembatasan air bersih karena waduk alami mengalami kekeringan, tidak dapat diterima. Masyarakat menolak alasan ini.

Baca Juga: Mobil Terperosok ke Sungai, Dua Orang Warga Seluma Alami Cedera

Sinarudin (49), warga Dusun Padang Lakaran, Desa Pasar Pino, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, mengungkapkan bahwa PT SBS selama ini telah menyedot air sungai Selali untuk mengisi waduk.

Jika waduk mengalami kekeringan, berarti pihak SBS sendiri yang tidak ingin menyuplai air.

“Mereka memiliki peralatan untuk mengisi waduk. Jika SBS mengatakan waduk kering karena kemarau, itu berarti mereka tidak ingin menyedot air dalam jumlah besar. Atau mungkin ini hanya alasan untuk mengelabui masyarakat,” ujarnya.

Sinarudin menduga kuat bahwa PT SBS dengan sengaja membuang limbah dari pengelolaan CPO ke Sungai Selali, yang mengubah total kondisi air sungai tersebut. Sejak pengelolaan TBS di PT SBS terhenti setelah meledaknya tabung sterilizer tahun 2022 lalu, air sungai Selali sudah kembali normal seperti sebelum pabrik tersebut beroperasi.

“Sejak SBS mulai beroperasi kembali pada 1 September lalu, sungai Selali kembali terlihat hitam pekat. Hal ini menunjukkan perubahan warna dan bau sungai yang sepenuhnya disebabkan oleh limbah,” tambahnya.

Baca Juga: Perkembangan Pos Kamling dalam TMMD ke-118 Kodim 0408 Bengkulu Selatan-Kaur

Ia bersama warga lainnya mendesak agar SBS segera memperbaiki situasi dan mengembalikan ekosistem Sungai Selali sebaik mungkin. Jika tidak, mereka bersama aliansi Pemuda Pino Raya dan tokoh masyarakat lainnya akan mengadakan aksi demonstrasi besar-besaran.

“Jika SBS tidak memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan masyarakat, jangan salahkan kami jika warga melakukan tindakan. Kami meminta kepada pemerintah daerah untuk segera bertindak agar persoalan ini segera diselesaikan,” tegasnya.

Editor : Gina Rivaldo