FlamboyanNews.Com, Mukomuko – Belum beroperasinya Labolaturium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mukomuko dikarenakan belum adanya petugas atau tenaga ahli. Hal ini beberapa kali disampaikan Kadis LH Mukomuko, Suwarto, S.Pd.
Selain tenaga ahli Lab DLH, Kabupaten Mukomuko juga belum memiliki tenaga ahli pertambangan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Mukomuko pada tahun ini mengusulkan kepada KemenPAN-RB untuk membuka formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk mengisi petugas yang dibutuhkan tersebut.
“Selain itu kita juga mengusulkan formasi penyuluh,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mukomuko, Jawoto, S.Pd., SE., M.Pd. Rabu (28/8).
Akan tetapi, katanya, formasi yang banyak diusulkan untuk rekrutmen CPNS ataupun P3K mendatang yaitu formasi guru dan tenaga kesehatan. Total yang diusulkan kepada KemenPAN-RB sebanyak 500 formasi. Terbagi 150 untuk CPNS dan 350 untuk P3K.
“Setiap daerah memang dibatasi mengusulkan 500 formasi. 150 CPNS dan 350 P3K,” ujar Jawoto.
Katanya, formasi-formasi tersebut serta kuota rekrutmen tersebut baru sebatas usulan ke KenPAN-RB. Dan formasi yang diusulkan itu, merupakan kebutuhan perioritas untuk Kabupaten Mukomuko.
“Ini baru usulan. Kepastiannya, apa saja yang disetujui, kita masih menunggu informasi dari KemenPAN-RB,” sampainya.
Ditambahkannya, untuk waktu pelaksanaan rekrutmen baik CPNS ataupun P3K ini, kemungkinan pada bulan November 2019 mendatang.
“Kalau informasinya, pelaksanaan tes CPNS dan P3K ini setelah pelantikan Menteri-Menteri. November mungkin. Tapi kita siap melaksanakan tes pada tahun ini,” demikian Jawoto.












