Flamboyannews.com, Kaur – Musim kemarau yang berkepanjangan di wilayah Kaur telah menciptakan tantangan besar bagi masyarakat setempat. Sumur-sumur yang mengering menyebabkan pengeluaran meningkat drastis, terutama karena biaya mahalnya air bersih, Selasa (26/09/2023).
Harga satu gentong berisi 1.000 liter air kini mencapai Rp 50 ribu, dan beban ekonomi masyarakat semakin berat akibat harga kebutuhan pokok yang juga tinggi.
Baca Juga: Pertarungan Mematikan di Kontrakan, Korban Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan
Walaupun ada potensi solusi yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat melewati masa sulit ini, sayangnya, sumber daya yang ada belum dimanfaatkan sepenuhnya. Di Kecamatan Tanjung Kemuning, misalnya, terdapat satu unit mobil tangki air yang hingga kini hanya menjadi hiasan di tempat parkirnya.
Namun, mobil ini bisa saja digunakan untuk membantu warga dengan mengambil air dari Sungai Muara Padang Guci dan mengantarkannya ke rumah-rumah masyarakat yang membutuhkan.
Seorang warga Desa Aur Ringit, Dihan (48), mengungkapkan bahwa dia harus membeli air bersih setiap dua hari sekali dengan biaya Rp 50 ribu per fiber.
Meskipun air tersebut langsung diantar ke rumahnya, musim kemarau yang berlarut-larut sangat menyulitkan mereka. Dengan adanya bantuan dari Pemda Kaur, seperti pembebasan biaya air bersih, masyarakat akan merasa sangat terbantu.
Diharapkan Pemda, terutama Bupati Kaur, dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk memberikan akses air bersih secara gratis kepada masyarakat selama musim kemarau ini.
Tindakan ini akan sangat diapresiasi oleh masyarakat yang merasakan beban ekonomi bertambah selama masa sulit ini.
Baca Juga: Peserta Kompetisi Sains SMPN 1 Bengkulu Tengah Terima Penghargaan Prestasi
Tidak hanya Dihan, Ujang (45), warga Desa Tanjung Bulan, juga mengeluhkan bahwa biaya hidup mereka semakin meningkat selama musim kemarau.
Banyak warga yang terpaksa mengambil air dari Sungai Muara Padang Guci atau bahkan membeli air bersih, sehingga pengeluaran mereka bertambah.
Masyarakat Kaur berharap Pemda dapat segera mengambil langkah nyata untuk membantu mereka mengatasi kesulitan ini dan menyediakan akses air bersih secara gratis selama masa musim kemarau yang sulit.
Editor : Gina Rivaldo












