Flamboyannews.com, Kepahiang – Sulitnya mendapatkan gas Elpiji 3 Kg masih menjadi permasalahan yang mengganggu masyarakat Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Harga gas tersebut juga tergolong mahal, dan diduga kuat pengecer menjadi biang kelangkaan ini, Rabu (28/03/2024)
Meskipun belum ada kepastian, namun dugaan ini terasa masuk akal karena harga gas Elpiji bisa mencapai Rp 30 – 40 ribu di warung-warung.
Baca Juga: Musrenbang Kepahiang, Menuju Kabupaten Maju dan Mandiri Melalui Kolaborasi dan Inovasi
Kepala Disperkop UKM Kepahiang, Jan Johanes Dalos, S.Sos, melalui Kabid Perdagangan, Abdullah, SE, menyatakan bahwa pengecer memiliki pola tertentu untuk mengelabui petugas di pangkalan. Mereka menukar tabung gas di beberapa pangkalan, sehingga dalam sehari bisa mendapatkan banyak tabung. Hal ini sulit dihindari karena agen tidak bisa menegur para pengecer.
Meskipun jumlah suplai gas Elpiji 3 Kg dari Pertamina stabil, namun adanya indikasi penimbunan membuat masyarakat semakin kesulitan mendapatkannya. Jan Dalos menilai ada oknum yang menimbun gas tersebut, yang berdampak pada kesulitan masyarakat.
Pemkab Kepahiang dan TPID telah melakukan rapat pengendalian inflasi untuk mengatasi masalah ini.
Baca Juga: Bantuan Bibit Ayam Petelur untuk Desa Cahaya Bathin
Jan Dalos menegaskan bahwa distribusi gas Elpiji dari Pertamina tetap stabil, namun akan dilakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Peredaran gas Elpiji 3 Kg yang tidak lancar ini menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkannya dengan harga yang wajar. Mereka terpaksa membeli dari pengecer dengan harga di atas HET, yang diduga mendapatkan pasokan besar dari oknum pemilik pangkalan. Hal ini menjadi fokus dalam penanganan kelangkaan gas Elpiji 3 Kg di Kabupaten Kepahiang.
Reporter : Suprayogi
Editor : Gina Rivaldo












