Flamboyannews.com, Bengkulu – Para petani di Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, saat ini sedang menghadapi tantangan serius akibat kenaikan drastis harga pupuk subsidi. Kenaikan ini meresahkan petani, seperti yang diakui oleh Asri, seorang petani dengan lahan sekitar 2 hektar.
Harga pupuk subsidi seperti Konstansta dan Urea baru-baru ini mencapai angka fantastis, yakni Rp 135 ribu per sak. Sebagai perbandingan, harga sebelumnya hanya sekitar Rp 110 ribu per sak. Bahkan pupuk non subsidi, seperti urea, mencapai Rp 500 ribu per sak.
Situasi ini telah menghadirkan dilema bagi petani; mereka kesulitan membeli pupuk subsidi yang harga-harganya melonjak, sementara pupuk non subsidi terlalu mahal untuk diakses.
Baca Juga: Tindakan Tak Pantas di Mushola An-Nisa, Bengkulu: Pelaku Pelecehan saat Sholat Subuh Diamankan
Para petani di sini juga menghadapi kendala kuota pupuk yang terbatas dari pemerintah. Asri, dengan lahan seluas 2 hektar, hanya diberikan 8 sak pupuk subsidi, yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan tanamannya.
Kebutuhan untuk menjaga tanaman hidup selama musim kemarau membuat mereka terjebak membeli pupuk non subsidi, meskipun dengan harga tinggi.
Asri bersama petani lainnya memohon kepada pemerintah untuk mempertimbangkan ulang harga pupuk dan memperluas kuota pupuk subsidi.
“Mereka berharap agar langkah-langkah ini dapat membantu meringankan beban mereka dalam menghadapi tantangan pertanian di musim kemarau, “katanya.
Baca Juga: Pelatihan Teknis PIRT Membuka Pintu Kesuksesan UMKM Kepahiang
Menanggapi kenaikan harga pupuk, “Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, S.P, M.Si, menyatakan bahwa masalah ini terkait dengan kelangkaan pasokan. Pasokan pupuk dari pusat terbatas, dan ini telah memberikan peluang bagi penjual untuk menaikkan harga secara tidak resmi, “jelas Rosmala Dewi, Kepada Flamboyannews.com saat dikonfirmasi, Minggu (10/09/2023).
“Pihak berwenang, termasuk Polda, telah mulai melakukan pengawasan ketat untuk mencegah praktik kenaikan harga pupuk yang merugikan petani. Mereka berharap dapat memastikan pasokan pupuk yang stabil dan harga yang terjangkau bagi para petani Bengkulu, “jelas Rosmala Dewi.
Editor : Gina Rivaldo












