Perjuangan Melawan Jago Merah, Kebakaran Hutan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara

Personel Danramil 06/Enggano, Saat membantu memadamkan api yang membakar lahan kosong di Desa Banjar Sari, Kecamatan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Minggu (17/09/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi
Personel Danramil 06/Enggano, Saat membantu memadamkan api yang membakar lahan kosong di Desa Banjar Sari, Kecamatan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Minggu (17/09/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi

Flamboyannews.com, Bengkulu Utara – Sebuah bencana kebakaran melanda wilayah Desa Banjar Sari, Kecamatan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Minggu (17/09/2023).

Lahan seluas 200 hektare terpanggang habis dalam peristiwa yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Dampak Kelangkaan Hujan Selama Dua Bulan, Kekeringan Ancam Petani dan Panen Gagal

Warga Desa berkolaborasi dengan Prajurit TNI dan Polri berjuang keras memadamkan titik api dengan peralatan sederhana.

Tantangan utama adalah akses sulit menuju lokasi api, memaksa tim pemadam menggunakan perahu dan berjalan kaki selama lebih dari 1 jam.

Cuaca kemarau dan kondisi sulit di Rawa Gambut menjadikan pemadaman sulit dilakukan. Tim pemadam hanya dapat mengandalkan alat seadanya untuk mengatasi kebakaran yang terus meluas.

Dalam keterangan resmi, Dandim 0423/Bengkulu Utara, Letkol Kav Aidil Hajri, M. Han dan Danramil 06/Enggano Kapten Inf Cipto Semedi menyampaikan keprihatinan atas situasi ini.

Mereka menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk mencegah kebakaran terjadi, khususnya selama musim kemarau.

Harapan besar terletak pada tindakan preventif masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan.

Baca juga: Kekeringan Panjang di Seluma, Masyarakat Terdesak Mencari Air Bersih

Pemantauan dan tindakan proaktif perlu ditingkatkan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Peristiwa ini mengingatkan bahwa kebakaran hutan adalah ancaman serius dan upaya bersama antara warga, TNI, Polri, dan pihak berwenang adalah kunci untuk melindungi lingkungan serta mencegah kehancuran yang lebih besar.

Editor : Gina Rivaldo