Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bengkulu menggelar dialog dengan tema “Millenial dan Tantangan Sitem Pendidikan Digital Masa Depan”, di Sekre Pimpinan Cabang IMM kota Bengkulu. Jum’at, (15/2/2019).
Dalam diskusi, DPD imm Bengkulu mengundang ketua umum DPP IMM Najih Prastiyo, S.HI bersama Anggota DPR RI Komisi Pendidikan Dewi Coryati, M.Si sebagai narasumber.
Dewi Coryati, M.Si, mengatakan untuk untuk mencapai pendidikan digital pemuda harus sadar akan perubahan zaman. “kalau pemuda tidak mau melakukan pembahruan dan penyesuaian maka bersiaplah untuk tergilas oleh kekuatan zaman”. Kata Dewi Coryati.
Lanjutnya, sekarang adalah era perubahan dimana orang tidak lagi bersusah-susah lagi untuk mendapatkan barang yang ingin di beli, cukup dengan online. Serta dalam dunia pendidikan, bisnis dan kepemimpinan sudah menggunakan digital. Jadi ketika selesai pendidikan hanya ada dua pilihan bekerja dengan orang atau membuka pekerjaan sendiri.
“jadi sekarang pikirkan bisnis apa yang ingin jalankan dan harus ditekuni, dan harus mempunyai fashion yang mengingatkan hasil karya anda”. Jelasnya.
Selain itu Najih Prastiyo, S.HI mengatakan yang menjadi motivasi saya, yaitu cara bergerak dan berpikir kita dalam menggunakan teknologi digital kemudian kita mendapatkan in come dari penggunaannya.
“Jadi penuhi kebutuhan wacanamu lalu implementasikan”. kata Najih Prastiyo
kemuadian Lanjutnya, adahal yang cenderung berubah dikalangan mahasiswa, yaitu kurangnya narasi dan literasi sehingga indonesia nomor 2 paling rendah dalam literasi dari 61 negara.
“Jadi kita harus punya waktu yang digunakan untuk menambah literasi, dan bagaimana harus melakukan gerakan yang berasal dari narasi dan literasi” Tuturnya.
Di era Millenial ini ada beberapa hal yang harus kita kuasai seperti teknologi, kemampuan berbisnis, dan persoalan empatik. Pungkasnya
Repoter : Taufik Hidayat
Editor : Riki Hermanto












