Flamboyannews.coml, Kaur – Di Desa Cahaya Batin, Kecamatan Semidang Gumay, Kabupaten Kaur, terdapat sebuah kisah yang patut untuk menjadi inspirasi bagi kita semua. Kakek Tamrin, seorang pria berusia 62 tahun, telah menjalani hidup penuh perjuangan yang memilukan. Bagaimana kisahnya?
Tamrin telah menjalani hidupnya seorang diri tanpa ditemani anak maupun istrinya. Kehidupannya yang terasa sangat sepi ini menjadi lebih tragis karena ia mengalami lumpuh sejak 20 tahun lalu, akibat insiden jatuh dari pohon jengkol.
Baca Juga: Kesungguhan dan Solidaritas Manusia Kerdil di Desa Palak Siring, Bengkulu Selatan
Kepala Desa Cahaya Batin, Hanifatus Sholihin, menjelaskan bahwa Tamrin telah berpisah dengan istrinya selama 15 tahun yang lalu. Anak-anaknya tinggal bersama ibu mereka dan memiliki keterbatasan ekonomi yang serius. Mereka berusaha menjenguk Tamrin sesekali, tetapi juga menghadapi kesulitan sendiri.
Kini, Tamrin mengandalkan bantuan makanan sehari-hari dari tetangga dan warga sekitar Desa Cahaya Batin. Rumahnya yang sederhana terletak di sebelah rumah tetangganya.
Dengan keadaan lumpuh dan tanpa ada keluarga yang merawatnya, Tamrin harus menghadapi masa tuanya dengan kesulitan yang tidak seharusnya ia alami di usia 62 tahun.
Hanya dengan kebaikan hati dan kepedulian masyarakat Desa Cahaya Batin serta dukungan dari Baznas dan Dinas Sosial Kabupaten Kaur, Tamrin dapat bertahan dalam situasi yang sulit ini.
Mereka berusaha memberikan bantuan semampunya, tetapi tantangan yang dihadapi oleh Tamrin tetaplah besar. Untuk mengatasi kesulitan ini, masyarakat Desa Cahaya Batin berharap kepada para dermawan yang ingin membantu Kakek Tamrin.
Baca Juga: Tak Hanya Penanda Kapal, Lentera Merah di Pulau Baai Menggeliat Jadi Spot Memancing Populer
Mereka mengajak setiap individu yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu meringankan beban Tamrin. Nomor rekening Bank BRI 5686-01-004466-53-0 atas nama Anif Kusmaini telah disediakan untuk menerima bantuan dari para dermawan.
Semoga kisah inspiratif Kakek Tamrin ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Dengan kebaikan hati kita, kita dapat membantu meringankan beban Tamrin dalam perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan ini.
Editor : Gina Rivaldo












