Flamboyannews.com, Bengkulu Selatan – Proyek rehabilitasi masjid, salah satu bagian dari program Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) Satuan Tugas TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-118 di Desa Kembang Ayun, Kecamatan Manna, Bengkulu Selatan, mulai menunjukkan hasil nyata, Rabu (11/10/2023).
Warga setempat bersama personel TNI aktif bergotong-royong melanjutkan pengecatan seluruh bangunan masjid.
Baca Juga: Kesungguhan dan Solidaritas Manusia Kerdil di Desa Palak Siring, Bengkulu Selatan
Upaya pengecatan ini juga mencerminkan perhatian TNI dalam membangun masyarakat yang memiliki karakter kuat dan nilai-nilai keagamaan yang tinggi, terutama di tengah perubahan zaman yang pesat, untuk menghindari pengaruh negatif.
“Kami berharap rehabilitasi masjid segera rampung agar dapat digunakan untuk menjalankan ibadah dan kegiatan pengajian bagi anak-anak dan remaja Muslim, khususnya di lingkungan sekitar,” kata Komandan Satgas TMMD ke-118 Kodim 0408 BS-Kaur, Letkol Inf. Aswin Suladi, SE, M.AK.
Letkol Inf. Aswin juga mengapresiasi semangat tinggi warga Desa Kembang Ayun dalam membantu satgas menyelesaikan program TMMD di daerah mereka. Bagi Aswin, semangat seperti ini perlu dijaga dan terus ditanamkan secara berkesinambungan.
“Kemajuan dalam rehabilitasi masjid, yang menjadi salah satu target fisik TMMD, dapat dikatakan sangat pesat, berkat bantuan dan kerja sama dari warga,” tambahnya.
Baca Juga: Tak Hanya Penanda Kapal, Lentera Merah di Pulau Baai Menggeliat Jadi Spot Memancing Populer
Kapten Inf. Edi S, Dan Ssk, menambahkan bahwa semangat gotong royong akan meningkatkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Program TMMD tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan keharmonisan antara TNI dan masyarakat.
“Semangat seperti ini adalah salah satu pendorong utama dalam memperkokoh persatuan demi menciptakan ketahanan wilayah yang kuat. Kami mendorong agar masyarakat selalu menjalin hubungan baik dengan TNI, karena TNI kuat bersama rakyat. Kami berjanji untuk selalu membantu dan melindungi masyarakat,” ujar Edi.
Editor : Gina Rivaldo












