Pemerintah Provinsi Bengkulu Bergerak Bersama Stakeholder untuk Turunkan Angka Stunting

Bappeda Provinsi Bengkulu, Yuliswani, saat memberikan arahan pada Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2024 bersama stakeholder terkait, Jumat (29/03/2024). Flamboyan Foto/Suprayogi
Bappeda Provinsi Bengkulu, Yuliswani, saat memberikan arahan pada Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2024 bersama stakeholder terkait, Jumat (29/03/2024). Flamboyan Foto/Suprayogi

Flamboyannews.com, Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya menurunkan angka stunting hingga mencapai target nasional 14 persen pada tahun 2024. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melaksanakan Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2024 bersama stakeholder terkait.

Rembuk Stunting ini diharapkan menjadi wadah bagi berbagai pihak untuk bersinergi dalam menangani permasalahan stunting di Bengkulu. Dari hasil rembuk stunting, setidaknya ada 5 komitmen pemerintah dalam mewujudkan Bengkulu bebas stunting.

Baca Juga: Penutupan Penginapan Nibung 88 di Kelurahan Bandar Ratu

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu, Yuliswani, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memasukkan usulan terkait stunting dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025 mendatang.

Data terbaru menunjukkan angka stunting di Bengkulu mencapai 20,2 persen. Oleh karena itu, komitmen bersama antara lain menetapkan target percepatan penurunan stunting, peningkatan dukungan anggaran dan kualitas intervensi layanan, peningkatan kinerja kelembagaan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), peningkatan peran multi-sektor, serta pengembangan praktik baik dan inovasi.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Zamhari, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam program percepatan penurunan stunting. Dengan hasil pemutakhiran pendataan keluarga, BKKBN Bengkulu dapat menyasar lebih dari 97 ribu keluarga yang berpotensi mengalami stunting.

Baca Juga: Penanganan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Kabupaten Kepahiang

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu dan berbagai pihak terkait berharap angka stunting di Bengkulu dapat terus menurun secara signifikan. Komitmen bersama ini mencerminkan keseriusan dan komitmen seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mengatasi masalah stunting di Provinsi Bengkulu.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan Provinsi Bengkulu dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menangani masalah stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.

Reporter : Suprayogi
Editor : Gina Rivaldo