Peristiwa Tragis di SMP N Rejang Lebong, Tegangnya Lingkungan Sekolah dan Panggilan untuk Keadilan

Penampakan Sekolah SMP Negeri Rejang Lebong, Senin (02/20/2023).Flamboyan Foto/Deni
Penampakan Sekolah SMP Negeri Rejang Lebong, Senin (02/20/2023).Flamboyan Foto/Deni

Flamboyannews.com, Rejang Lebong – Sebuah insiden tragis mengguncang SMP N di Rejang Lebong, Bengkulu. Seorang pelajar berusia 13 tahun, Fa, mengalami kesulitan bernafas dan luka memar pada bagian kepala belakang setelah diduga dikeroyok oleh sekitar 10 kakak kelasnya, Sein (02/10/2023).

Pengeroyokan brutal ini meninggalkan banyak tanda tanya dan membuka diskusi tentang keamanan di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Seorang Remaja Jadi Korban Tindak Persetubuhan oleh Pria Dewasa di Kota Bengkulu

Dalam kejadian yang terjadi pada Sabtu (30/9/2023), Fa dikeroyok oleh sekelompok kakak kelas tanpa motif yang jelas. Menariknya, Fa hanya mengenal dua dari para pelaku, dan hal tersebut hanya sebatas pengetahuan akan nama mereka. Saat ini, penyebab pasti dari serangan ini masih menjadi misteri.

Pihak berwenang setempat telah memulai penyelidikan mendalam terkait kejadian ini. Keluarga Fa sangat mengutamakan kondisi kesehatan Fa dan berharap pelaku dapat diidentifikasi dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menurut keterangan dari keluarga Fa, insiden tragis ini terjadi ketika Fa hendak pulang ke rumah setelah kegiatan sekolah. Tanpa peringatan, Fa mendapat perlakuan kejam dari kelompok kakak kelasnya, termasuk pemukulan dengan kayu dan penindasan fisik lainnya.

Jaket Fa yang penuh bekas sepatu menginjak-injak menjadi bukti nyata akan kekejaman yang dialaminya.

Luka memar di kepala dan punggung Fa menyebabkan kesulitan bernafas dan kehilangan nafsu makan. Fa kini sedang beristirahat dan mendapatkan perawatan medis sesuai rekomendasi dokter.

Baca Juga: Bupati Kaur Kembali Memimpin Kabupaten Setelah Pulih dari Sakit

Keluarga Fa mendesak agar para pelaku diberikan sanksi tegas sesuai dengan hukum yang berlaku dan menyoroti pentingnya keamanan di lingkungan sekolah.

Pihak kepolisian terus berusaha mengungkap motif dari pengeroyokan ini dan berharap dapat membawa kasus ini ke pengadilan.

Editor : Gina Rivaldo