Flamboyannews.com, Bengkulu Selatan – Musim kemarau yang berkepanjangan, mencapai hampir tiga bulan, telah meninggalkan jejak sulit bagi warga Desa Kedondong, Kecamatan Tanjung Kemuning, Rabu (20/09/2023).
Kekeringan telah menimbulkan krisis air, dengan sumur-sumur warga menjadi kering dan mengharuskan mereka mencari solusi di sungai muara Padang Guci (Paguci).
Baca Juga: Tim Gabungan Bersihkan Pungutan Liar di Kabupaten Kaur
Kades Padang Leban, Jaya Wardhana, mengungkapkan bahwa masyarakat telah berjuang menghadapi panas yang terus-menerus, membuat mereka memilih untuk mandi dan mengambil air dari sungai muara Paguci, “karena sumur-sumur mereka tidak lagi mampu menyediakan air, “ungkap Kades Padang Leban.
Salah satu warga, Tati (60 tahun), berbagi pengalamannya yang sulit akibat sumurnya yang kering akibat kemarau.
“Kami harus berjalan jauh, sekitar 200 meter, ke sungai muara Paguci dengan sepeda motor untuk mengisi jerigen demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari, “jelas Tati.
Liharda (40 tahun), warga lainnya, juga turut merasakan dampak dari kekeringan ini. Volume air sungai muara Paguci menurun drastis akibat kemarau, namun, warga tetap harus mengandalkan sungai ini untuk memenuhi kebutuhan air mereka.
Baca Juga: Wakil Gubernur Bengkulu Meraih Prestasi Unggul dalam Fun Shooting HUT ke-79 TNI
“Hari Minggu menjadi momen ramai dimana warga memanfaatkan sungai Paguci untuk mandi dan mencuci, “kata Liharda.
Editor : Gina Rivaldo












