flamboyannews.com – Setelah mengadakan program hapus tato keliling Sumatera, September lalu, pertengahan November ini Islamic Medical Service (IMS) kembali mengadakan road showhapus tato di wilayah Kalimantan Timur.
Kegiatan “ Hapus Tatto KaliRoadshowmantan Timur” yang diselenggarakan oleh Syabab Hidayatullah menggandeng IMS di kota Balikpapan mendapatkan minat yang sangat besar dari masyarakat kota Balikpapan.
Berbagai kalangan dan usia hadir dalam kegiatan yang memiliki slogan “Hijrah itu Mulia”. Kehadiran peserta dalam kegiatan positif yang turut membangun kota Balikpapan melalui pemuda dalam kepedulian terhadap kehidupan sosial dan beragama itu memiliki berbagai Alasan.
Berikut adalah lima alasan utama para peserta kegiatan “Roadshow Hapus Tatto Kalimantan Timur” di kota pertama Balikpapan,

1. Menganggu Shalat
Meskipun dari beberapa kajian tidak mempermasalahkan mereka yang bertatto untuk melaksanakan ibadah shalat, namun para peserta yang hadir rata-rata merasa ada yang mengganjal dihati mereka.
setiap kali melihat tatto dibagian tubuh mereka saat sedang beribadah shalat. Mereka merasa tatto itu beban masa lalu yang terlalu berat, setiap kali melihat setiap kali juga teringat masa kelam.
2. Anak, Cucu, dan Orang yang dicintai
Putri (27) menuturkan jika anaknya yang kini berusia 6 tahun sering bertanya, kenapa ada gambar di tubuh mama? Karena tak mungkin menjelaskan secara jujur juga tidak mungkin menuturkan tentang masa lalu.
Akhirnya dia menjawab dengan canda, “dulu ibu mau gambar tapi enggak ada buku gambar jadi bikin disini.” Tapi bathinnya berteriak dan menyesali masa lalu.
Jadi jika bisa menghilangkan tatto menjadi sebuah kelegaan dan mengurangi rasa penyesalan atas perilaku dimasa lalu.
Sabri (48) mengisahkan, meskipun dia mampu membimbing anak dan cucunya dengan baik dalam hal beragama namun karena tatto ditubuhnya seringkali dia bergejolak dengan bathin sendiri merasa tidak pantas menjadi panutan untuk keluarga.
Aditya Pratama (23) yang memiliki tatto wajah ibunya, merasa sangat menyesal. Kenakalan dimasa lalu membuat dia pergi dari rumah selama satu tahun karena kerinduan akhirnya mentatto lengannya.
Tapi rasa rindu yang tidak lagi tertahan membuat dia pulang, lalu permintaan ibunya hanya Hijrah, dan dia bertekad kuat untuk berubah salah satunya dengan menghilangkan tatto di lengannya demi sang Bunda.
3. Umroh
Beberapa peserta hapus tatto yang hadir, dengan sengaja menahan diri untuk berangkat Umroh karena merasa kurang sempurna ibadah Umroh mereka bila masih terdapat seni rajah ditubuh mereka.
Hartono (43) mengungkapkan bila dirinya berulangkali diajak umroh bersama keluarga tapi belum juga ingin berangkat karena ingin sujud di tanah suci dalam kondisi tubuh yang bersih tidak lagi bertatto yang sangat membebani dalam setiap ibadahnya.
4. Menikah
Mungkin alasan ini yang cukup banyak dilontarkan hampir sebagian peserta hapus tatto yang lajang dan ingin masuk ke jenjang pernikahan. Sebagian tidak berani mendatangi calon mertua dengan kondisi saat ini karena takut mendapat penilaian negatif lalu gagal mempersunting calonnya.
Ada juga yang sudah mendapat restu calon mertua namun ingin memberikan yang terbaik untuk calon istri karena peserta akan merasa sempurna jika Tatto ditubuh benar-benar hilang ketika melangsungkan upacara yang sakral dalam hidupnya.
Ristya Widarlin (21) mengatakan tekad kuat untuk menghapus karena ingin menikah. Tatto di kakinya memang kecil tidak seberapa tapi rasa sesal dan tidak ingin mengecewakan calon mertua dan keluarga mertua membuat dirinya yakin ingin menghapus tatto.…
5. Kerja
Sebagian kecil yang hadir mengikuti kegiatan Hapus Tatto ingin menghapusnya untuk memudahkan diri mendapat pekerjaan. Bagi mereka di Indonesia sangat sulit mendapatkan pekerjaan yang layak selama masih ada tatto di tubuh.Kesan negatif yang diakibatkan dari tatto membuat mereka kesulitan mencari pekerjaan.

Apa yang Anda pikirkan pertama kali melihat seorang gadis berlalu di hadapan dengan Tatto di bagian tubuhnya? Jelas terbersit jika dia adalah wanita nakal, liar, dan pastinya akrab dengan gemerlap kehidupan malam. Hanya kesan negatif yang ada didalam pikiran setiap orang.
Bagaimana lagi dengan seorang wanita berhijab sesekali tanpa sengaja tersingkap tangannya yang kemudian terlihat Tatto?
“Meskipun kita sudah terus menerus menguatkan hati terhadap pandangan negatif masyakarat, saya yang sudah berhijab setiap kali tanpa sengaja mereka melihat tatto saya seringkali mereka membicarakan tentang masa lalu saya meskipun itu suatu kebenaran tapi tetap saja pikiran saya terganggu.” Ujar Suci (27) salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan “Roadshow Hapus Tatto Kalimantan Timur” di kota pertama Balikpapan.
Mungkin Suci sebagian yang masih mempermasalahkan pandangan masyarakat terhadap dirinya, berbeda dengan Yusdiansyah mantan anak band yang sudah sepenuh hati hijrah.
Sekujur tubuh pria berkacamata itu dipenuhi tinta-tinta permanen yang tertanam sejak lama, baginya selama tujuan kita adalah Akhirat maka segala yang berhubungan dengan dunia sudah tidak penting lagi, dia hadir ke kegiatan hapus tatto sebagai ikhtiar dirinya, jika bisa hilang semua dia bersyukur jika tidak bukan masalah untuknya.
Dia sempat berpesan untuk para sahabat diluar sana.
“Sekecil apapun itu, Bro. Berapa senti pun !
Penyesalannya pasti bertahan sampai kamu mati.
Kalau dulu kamu pikir punya tatto itu keren sekarang saya pikir itu Bodoh dan perbuatan sia-sia yang tidak ada Faedah sama sekali.”
“Lalu untuk teman-teman yang sudah hijrah tapi masih bertatto jangan nanggung, Istiqomah dan ayo total dalam hijrah jangan jadikan tatto sebagai penghalang kita untuk senantiasa taat dalam beribadah.” Begitulah pesan dari pria yang kini sebagai seorang Barber disalah satu Barbershop dikota Balikpapan.
Rep : Faiz
Editor : Reffy flamboyan












