Kaur  

Masyarakat Kabupaten Kaur Gelisah karena Harga Beras Meroket

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur, Kastilon Sirad S,Sos, Sabtu (09/09/2023).Flamboyan Foto/Sulistini
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur, Kastilon Sirad S,Sos, Sabtu (09/09/2023).Flamboyan Foto/Sulistini

Flamboyannews.com, Kabupaten Kaur – Ketegangan melanda Kabupaten Kaur karena harganya yang meroket, mengundang keluhan dari berbagai kalangan.

Seiring dengan perubahan ini, pemerintah daerah bersiap diri untuk menghadirkan solusi dengan menggelar program pasar murah beras.

Harga beras sebelumnya stabil di angka Rp 35.000 per kilogram, namun kini melonjak drastis hingga mencapai Rp 42.000 hingga Rp 50.000 per kilogram. Dampaknya, para ibu rumah tangga dan masyarakat umum mulai merasa terbebani.

Baca Juga: Nenek 80 Tahun Datangi Puskesmas, Minta Suntik Mati Jadi Sorotan Media Sosial

Menyikapi situasi ini, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur, Kastilon Sirad S.sos, “bahwa kenaikan harga beras ini adalah efek dari fenomena El Nino, sesuai dengan prediksi BMKG yang telah disampaikan dalam rapat pengendalian inflasi bersama Kemendagri, “ungkap Kastilon Sirad, kepada Flamboyannews.com saat ditemui tadi siang di ruang kerjanya

Pemerintah Kabupaten Kaur telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah ini. Kepala Dinas Ketahanan Pangan telah diberi mandat untuk berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Bengkulu.

Hasil dari koordinasi ini akan mengarah pada pelaksanaan program pasar murah di beberapa titik, dengan kerjasama dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pemerintah daerah juga berencana untuk menjadwalkan pasar murah secara berkala, mungkin setiap hari, untuk memastikan ketersediaan beras dengan harga yang terjangkau. Model ini terinspirasi dari keberhasilan program serupa yang diadakan dalam Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke XVI tahun 2023 di Kota Padang, Sumatera Barat.

Dalam acara tersebut, Dinas Ketahanan Pangan setempat telah menyelenggarakan pasar murah beras di halaman kantor setiap hari, dengan fokus pada konsumsi masyarakat dari pada perdagangan.

“Kastilon menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk segera melaksanakan program pasar murah ini, yang diperkirakan akan dilaksanakan dalam bulan September ini, mengingat ketersediaan stok beras yang cukup melimpah di Bulog Divre Bengkulu, “tegasnya.

Baca Juga: Revitalisasi Jalan Membawa Harapan Baru bagi Petani Mukomuko

Sementara itu, Sari, seorang ibu rumah tangga berusia 32 tahun dari Kelurahan Tanjung Iman, berharap bahwa pemerintah daerah dapat segera mengimplementasikan program pasar murah. Baginya, kenaikan harga beras saat ini sangat memberatkan bagi masyarakat.

“Selaku masyarakat, dengan lonjakan harga beras ini, kami berharap pemerintah dapat menggelar pasar murah, karena dengan harganya yang mahal, pengeluaran kami juga ikut meningkat,” ungkap Sari.

Semoga langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Kabupaten Kaur dapat membantu masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga beras yang cukup signifikan ini. Dengan adanya program pasar murah, diharapkan tekanan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat dapat berkurang.

Editor : Gina Rivaldo