Kaur  

Dampak Kelangkaan Hujan Selama Dua Bulan, Kekeringan Ancam Petani dan Panen Gagal

Ratusan hektar lahan pertanian padi mengalami kekeringan, dengan tanah yang retak-retak dan padi yang menguning di Air Babakan Desa Gedung Sako dan Datar Lebar Desa Selasih, Kecamatan Kaur Selatan, Minggu (17/09/2023).Flamboyan Foto/Sulistini
Ratusan hektar lahan pertanian padi mengalami kekeringan, dengan tanah yang retak-retak dan padi yang menguning di Air Babakan Desa Gedung Sako dan Datar Lebar Desa Selasih, Kecamatan Kaur Selatan, Minggu (17/09/2023).Flamboyan Foto/Sulistini

Flamboyannews.com, Kaur – Kehadiran hujan yang minim selama dua bulan belakangan ini menjadi bencana tersendiri bagi para petani di Air Babakan Desa Gedung Sako dan Datar Lebar Desa Selasih, Kecamatan Kaur Selatan, Minggu (17/09/2023).

Ratusan hektar lahan pertanian padi mengalami kekeringan, dengan tanah yang retak-retak dan padi yang menguning. Dampak dari keadaan ini pun amat merugikan, dengan kerugian yang mencapai jutaan rupiah bagi para petani.

Baca Juga: Kekeringan Panjang di Seluma, Masyarakat Terdesak Mencari Air Bersih

Salah seorang petani bernama Toni mengungkapkan bahwa dia merugi sebanyak empat karung benih padi yang rusak akibat kekeringan ini. Lahan pertanian padi seluas setengah hektar miliknya pun tak mampu membuahkan panen yang diinginkan.

Bahkan, situasi semakin memprihatinkan karena tak hanya hujan yang tak kunjung datang, namun saluran irigasi Air Babakan juga sudah mengering, yang merupakan sumber pengairan vital bagi areal persawahan.

Kisah serupa terulang di kawasan persawahan Datar Lebar Desa Selasih, di mana tanah yang sebelumnya sudah disiapkan dengan traktor juga mengalami retak-retak akibat kekeringan yang berkepanjangan.

Sampai hari ini, pihak Dinas Pertanian Kaur belum menemukan solusi yang memadai untuk mengatasi bencana kekeringan ini dan memitigasi potensi gagal panen di masa mendatang.

Baca Juga: Pasar Bawah, Potret Memilukan Pariwisata di Bengkulu Selatan yang Terlupakan

Keadaan ini memerlukan respons cepat dari pemerintah setempat serta dinas terkait. Koordinasi yang baik diperlukan untuk mencari solusi dan memberikan bantuan kepada para petani yang terdampak.

Perbaikan saluran irigasi, pengelolaan air yang lebih baik, dan bantuan kepada petani harus menjadi prioritas utama guna mengatasi bencana ini dan mencegah kerugian yang lebih besar di masa yang akan datang.

Editor : Gina Rivaldo