Flamboyannews.com, Mukomuko – Bupati Mukomuko telah mengeluarkan instruksi penting terkait rencana kerja tahun 2024, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko, Rabu (04/10/2023).
Instruksi ini merupakan bagian dari konsep pemerataan pembangunan yang terpola dan berkelanjutan.
Baca Juga: Konflik Lahan dan Pengusiran Pekerja di Perkebunan Karet, Pengacara PFMUB Bantah Klaim PTPN VII
Menurut Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Apriansyah, ST., MT., pembangunan infrastruktur dalam tiga tahun terakhir telah lebih difokuskan pada beberapa kecamatan lain di Kabupaten Mukomuko.
Namun, untuk tahun 2024, prioritas utama adalah menata infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko.
Bupati Mukomuko mengidentifikasi beberapa ruas jalan yang perlu mendapat perhatian khusus. Diantaranya adalah perbaikan ruas jalan lingkar perkantoran Pemda Mukomuko, penghubungan Desa Ujung Padang dengan jalan Madiyara, pemeliharaan jalan di PIM Koto Jaya, serta jalan yang mengarah ke Pantai Badri.
Selain itu, Jalan Khilafatullah yang menuju lembaga pemasyarakatan (Lapas), Jalan Lingkar Dusun Suka Rami Pasar Sebelah, dan Jalan Pondok Batu yang menghubungkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah juga menjadi perhatian.
Terdapat juga rencana untuk memperpanjang Jalan Pondok Batu hingga ke Desa Selagan Jaya, yang memiliki manfaat ganda karena dapat menghubungkan ke ruas Jalan Provinsi Lubuk Pinang – Penarik.
Selain infrastruktur jalan, Bupati Mukomuko juga meminta Dinas PUPR untuk merencanakan pembangunan satu unit jembatan pada ruas Jalan Padat Karya, khususnya di Desa Ujung Padang.
Baca Juga: Simulasi Pengamanan Pemilu 2024 di Kota Tais Seluma, Berjalan Lancar
Kondisi jembatan saat ini menjadi perhatian karena mengkhawatirkan, dan pembangunan jembatan baru dapat membantu mengatasi masalah limpahan air dan potensi banjir.
Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah Mukomuko dalam meningkatkan infrastruktur secara merata di seluruh wilayah Kabupaten.
Dalam konteks ini, pembangunan juga akan tetap berlangsung di wilayah kecamatan lain untuk mencapai pemerataan pembangunan yang lebih luas.
Editor : Gina Rivaldo












