PEMKAB REJANG LEBONG GELAR PERINGATAN BELA NEGARA

flamboyannews.com –  REJANG LEBONG:Pemerintah Daerah Kabupaten Rejang Lebong menggelar Upacara Peringatan Bela Negara, di halaman Gedung Pemda, Rabu (19/12) pagi.

Dandim 0409 Rejang Lebong, Letkol Kav Budi Wirman S.Sos. bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan sambutan Presiden Jokowi.

Upacara tersebut dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD).

Dalam kesempatan tersebut, melalui pidato Presiden yang disampaikan oleh Dandim, Presiden menyampaikan pesan bahwa anak muda harus diberi kesempatan untuk berinovasi dan mengekspresikan diri dalam bela negara.

“Diperlukan cara-cara yang inovatif serta adaptif dengan perkembangan zaman agar anak-anak muda kita mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada tanah air. Merekalah yang akan menahkodai kapal besar Republik Indonesia di masa depan,” Ujar Dedi Wirman saat membacakan pidato Presiden Jokowi.

Selain itu, melalui momentum bela negara, Presiden juga mengajak, masyarakat untuk mensyukuri atas keragaman suku dan agama yang ada di Nusantara ini.

“Dalam Momentum bela negara ini, mari mensyukuri keberadaan ratusan suku bangsa, bahasa, dan ragam budaya, kepercayaan, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,”

Bela negara, lanjutnya, tidak hanya dapat dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi.

“Segenap aparatur negara, baik sipil maupun militer, yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok Tanah Air, sesungguhnya sedang melakukan Bela Negara. Merekalah yang telah membuat Republik ini bisa tetap eksis untuk hadir melayani rakyatnya,” lanjutnya.

Hal ini menegaskan bahwa Bela Negara adalah kerjasama segenap elemen Bangsa dan Negara. Bukan hanya pemerintah, apalagi sekedar nomenklatur programinstansi atau satuan kerja tertentu saja. Bela Negara terutama adalah wadah peran dan kontribusi segenap komponen masyarakat.

Dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda, tokoh agama, semua bisa dan wajib ikut serta sesuai dengan bidang profesi masing-masing.

Kesadaran Bela Negara, Nilai-Nilai Luhur Bangsa, kearifan lokal, dan keaslian lingkungan hidup kita jelas tidak mungkin diserahkan kepada kecerdasan buatan yang sangat tergantung ketersediaan alat, koneksi jaringan, dan listrik.

Semuanya harus ditanamkan dalam jiwa dan raga segenap Bangsa Indonesia sejak dini, antara lain melalui kewajiban mengikuti pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Aksi Nasional Bela Negara di berbagai bidang. (SHODIQ)