Truk Pengangkut Bungkil Sawit Terguling di Jalan Kepahiang-Curup

Suasana Kecelakaan lalu lintas sebuah dum truk Mitsubishi Fuso Nopol BM 8837 CU yang terguling di jalan lintas Kepahiang - Curup, Jumat (06/10/2023).Flamboyan Foto/Deni
Suasana Kecelakaan lalu lintas sebuah dum truk Mitsubishi Fuso Nopol BM 8837 CU yang terguling di jalan lintas Kepahiang - Curup, Jumat (06/10/2023).Flamboyan Foto/Deni

Flamboyannews.com, Rejang Lebong – sebuah peristiwa kecelakaan lalu lintas menimpa truk pengangkut bungkil sawit Mitsubishi Fuso dengan nomor polisi BM 8837 CU di jalan lintas Kepahiang-Curup, Jumat (06/10/2023).

Kecelakaan ini mengganggu kelancaran lalu lintas dan memunculkan antrean kendaraan yang panjang, mencapai puluhan kilometer.

Baca Juga: Razia Polsek Giri Mulya, Upaya Memerangi Peredaran Minuman Keras

Kronologi kejadian mencatat bahwa truk, milik PT Palma Mas, membawa muatan bungkil sawit seberat 23 ton. Kerusakan pada komponen truk, khususnya cangka 4 yang patah (patah As), menyebabkan truk kehilangan kendali dan terguling, hampir menutup seluruh badan jalan.

Dalam waktu singkat setelah kejadian, petugas berhasil membawa truk tersebut ke tepi jalan melalui upaya evakuasi.

Hal ini memungkinkan normalisasi arus lalu lintas di jalan lintas Kepahiang-Curup. Meskipun masih padat, kendaraan roda 2 dan roda 4 dapat melintasi lokasi kecelakaan.

Warga sekitar mengungkapkan dampak dari kejadian ini, mengakui bahwa situasi macet menjadi lebih parah karena kekacauan antar pengemudi yang berusaha melewati lokasi kejadian.

Baca Juga: Komunitas Dog’s Lover Bengkulu Melawan Penyebaran Rabies pada Anjing

Namun, dengan evakuasi yang cepat dan penanganan truk yang terlibat, arus lalu lintas mulai berangsur lancar.

Pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap truk dan sopirnya. Hasil pemeriksaan mengindikasikan bahwa kerusakan komponen truk, terutama cangka 4 yang patah, menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.

Kini, fokus selanjutnya adalah memulihkan kondisi normal lalu lintas dan memitigasi risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.

Editor : Gina Rivaldo