Revitalisasi Jalan Membawa Harapan Baru bagi Petani Mukomuko

Kegiatan pembangunan infrastruktur Desa Suka Maju dan Desa Bukit Makmur, perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Penarik hingga kini masih terus berjalan, Sabtu (09/09/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi
Kegiatan pembangunan infrastruktur Desa Suka Maju dan Desa Bukit Makmur, perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Penarik hingga kini masih terus berjalan, Sabtu (09/09/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi

Flamboyannews.com, Mukomuko – Perubahan besar terjadi di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, seiring dengan program intervensi pusat yang telah memulai pembangunan infrastruktur jalan daerah.

Sumber dana dari Instruksi Presiden (Inpres) ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat setempat, terutama para petani. Dalam berita ini, kami akan melihat lebih dekat dampak-dampak positif tersebut dan aspirasi masyarakat terhadap kelanjutan pembangunan infrastruktur, Sabtu (09/09/2023).

Baca Juga: Pencurian TBS Sawit Merebak di Seluma Barat dan Lubuk Sandi, Petani Sawit Menuntut Tindakan Tegas

Sebelumnya, kondisi jalan di Kabupaten Mukomuko terbilang buruk, yang menyulitkan petani untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan mereka. Bahkan, ketika musim hujan tiba, petani sering kali menghadapi pilihan sulit, yaitu panen gagal terjual. Namun, dengan adanya revitalisasi jalan, harapan baru mulai muncul.

Salah satu perubahan yang paling terasa adalah penurunan biaya transportasi. Sebelum pembangunan jalan, petani harus membayar ongkos lansir yang tinggi, mencapai Rp150 hingga Rp200 per kilogram. Namun, dengan jalan yang lebih baik, biaya lansir ini menjadi tidak lagi relevan, sehingga meningkatkan pendapatan petani secara keseluruhan.

Selain itu, harga hasil pertanian dan perkebunan juga mengalami peningkatan. Sebelumnya, para pengumpul seringkali menawarkan harga rendah karena sulitnya mengakses wilayah tersebut.

Dengan adanya jalan yang lebih baik, selisih harga bisa mencapai Rp200 per kilogram, yang memberikan dampak positif besar pada pendapatan para petani.

Kades Suka Maju, Sutarto, menyatakan, “Ketika kondisi jalan masih buruk, kami bayar ongkos lansir rata-rata sebesar Rp150 hingga Rp200 rupiah per kilogram. Setelah kondisi jalan ini mulai lancar, tak lagi yang namanya biaya lansir. Di sini jelas ada penambahan pendapatan bagi kami petani, “kata Kades Sutarto.

Peningkatan pendapatan ini telah membawa harapan baru bagi para petani Mukomuko. Mereka berharap bahwa pembangunan infrastruktur akan terus berlanjut. Masih ada beberapa ruas jalan di wilayah desa mereka yang sulit dilalui oleh kendaraan. Contohnya, ruas jalan Suka Maju – Lubuk Silandak masih memerlukan perbaikan.

Baca Juga: Truk Batu Bara Terbalik di Bengkulu, Pengemudi Selamat dari Tabrakan dengan Motor

“Sutarto berharap pembangunan ini akan terus berlanjut untuk lebih meningkatkan ekonomi masyarakat,”tambahnya.

Senada dengan Sutarto, Kades Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Suroso, juga berharap agar pembangunan jalan terus berlanjut. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas upaya dalam memperbaiki infrastruktur jalan.

“Puluhan tahun kami menderita dengan kondisi jalan buruk. Dengan pembangunan ini kami atas nama warga Bukit Makmur mengucapkan terimakasih banyak kepada pemerintah. Semoga pembangunan terus menyentuh daerah kami, karena masih banyak ruas jalan yang masih sulit dilalui,” ujar Suroso, Kades Bukit Makmur.

Pantauan di lapangan oleh tim Flamboyannews.com menunjukkan bahwa pembangunan jalan dari dana Inpres di ruas Suka Maju – Bukit Makmur sedang berlangsung. Akses masyarakat telah membaik, sebagian ruas sudah dilakukan pengerasan dan tinggal menunggu proses pengaspalan.

Dengan adanya perubahan positif ini, harapan untuk masa depan yang lebih cerah telah tumbuh di tengah masyarakat Mukomuko, terutama para petani. Revitalisasi jalan tidak hanya meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi wilayah ini.

Harapan mereka adalah bahwa pembangunan infrastruktur ini akan terus berlanjut, membawa kemakmuran yang lebih besar, dan membuat Mukomuko lebih terhubung dengan dunia luar.

Editor : Gina Rivaldo