Flamboyannews.com, Kepahiang – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Kelobak, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Peristiwa ini telah mencuri perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat, membuka topik yang memprihatinkan tentang kekerasan akibat utang, Rabu (20/09/2023).
John, seorang pria berusia 45 tahun yang tinggal di desa tersebut, hampir saja kehilangan nyawanya akibat masalah utang yang rumit.
Baca Juga: Kejadian Mengerikan, Ayah Cabuli Anak Kandungnya di Seluma, Bengkulu
Kejadian ini bermula dari upaya John untuk menagih utang dari seorang kerabat dekatnya yang dikenal sebagai B-A. Namun, apa yang seharusnya menjadi pertemuan damai berubah menjadi adegan kekerasan yang mengerikan ketika F-A, seorang remaja berusia 16 tahun yang merupakan anak dari B-A, turut terlibat dalam peristiwa ini.
Begitu tragisnya, F-A adalah keponakan dari John, dan hubungan keluarga yang rumit semakin mempertegas drama kehidupan mereka. Ibunya, yang adalah adik kandung dari istri John, adalah saudara kandung dari B-A.
Ini menjadi salah satu peristiwa tragis di mana pertikaian keluarga meruncing menjadi serangan fisik yang brutal.
John menderita luka serius, dengan robekan di bagian kepala yang memerlukan empat jahitan untuk perawatan medisnya.
Ketika peristiwa ini terjadi, John pertama kali dilarikan ke rumah seorang bidan untuk mendapatkan pertolongan, tetapi kekhawatiran akan timbulnya kerusuhan dalam keluarga memaksa para tenaga medis untuk merujuknya ke RSUD setempat.
Beruntungnya, John akhirnya pulang ke rumah setelah menerima perawatan yang diperlukan.
Baca Juga: Cepat Tanggap, Tim Opsnal Polsek Sukaraja Berhasil Mengungkap Pencurian HP di Air Periukan
Pihak berwenang juga telah menanggapi serius kasus ini. Kapolres Kepahiang, AKBP Yana Supriatna, SIK, M.Soi, melalui Kasat Reskrim, Iptu. Doni Juniansyah, SM, mengonfirmasi kejadian tragis ini dan menjelaskan bahwa pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
Pelaku saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan yang lebih lanjut, sambil berusaha untuk memahami semua aspek yang terlibat dalam kasus ini.
Editor : Gina Rivaldo












