Jembatan Gantung Desa Talang Buai di Mukomuko, Terputus Masyarakat Terisolir

Kondisi Jembatan Gantung Desa Talang Buai di perbatasan antara Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, yang rusak dan mengancam pertumbuhan perekonomian warga, Sabtu (07/10/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi
Kondisi Jembatan Gantung Desa Talang Buai di perbatasan antara Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, yang rusak dan mengancam pertumbuhan perekonomian warga, Sabtu (07/10/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi

Flamboyannews.com, Mukomuko – warga Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, dikejutkan dengan kondisi memprihatinkan Jembatan Gantung Desa Talang Buai.

Bangunan jembatan tersebut mengalami kerusakan serius, terutama pada bagian besi penyangga lantai, yang menyebabkannya putus, Sabtu (07/10/2023).

Baca Juga: TMMD ke-118 Kolaborasi TNI dan Puskesmas Kayu Kunyit Sosialisasikan Kesehatan dan Posyandu

Menurut keterangan Kepala Desa (Kades) Talang Buai, Asril, kondisi jembatan semakin memburuk. Saat ini, jembatan hanya dapat dilewati oleh kendaraan roda dua, dan pengendara motor bahkan harus turun untuk melaluinya.

Kondisi miring dan rusaknya jembatan menimbulkan kekhawatiran bagi warga, terutama pengendara motor.

Jembatan Gantung Desa Talang Buai memiliki peran penting sebagai konektivitas masyarakat dan akses perekonomian lokal. Sayangnya, dengan kondisi saat ini, masyarakat Desa Talang Buai semakin terisolir.

Sejarah jembatan ini mencatat bahwa awalnya dibangun oleh ABRI Masuk Desa (AMD) sekitar tahun 1999.

Setelah mengalami beberapa kali perbaikan, termasuk perluasan akses untuk kendaraan roda empat selama periode kepemimpinan Bupati Ichwan Yunus, jembatan ini kembali mengalami masalah serius akibat putusnya besi penyangga lantai.

Baca Juga: TMMD ke-118 Kolaborasi TNI dan Puskesmas Kayu Kunyit Sosialisasikan Kesehatan dan Posyandu

Pemerintah setempat harus segera mengambil tindakan untuk memperbaiki dan memulihkan Jembatan Gantung Desa Talang Buai agar dapat digunakan kembali dengan aman oleh seluruh masyarakat.

Pembangunan kembali atau perbaikan jembatan ini menjadi prioritas untuk memastikan konektivitas dan mobilitas masyarakat kembali normal, serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

Editor : Gina Rivaldo