Flamboyannews.com, Kepahiang – Masyarakat di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS).
Selain HIV/AIDS yang terus mengalami peningkatan jumlah penderitanya, IMS seperti sifilis atau Raja Singa dan gonore juga menjadi perhatian serius.
Baca Juga: Penahanan Baru dalam Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Laboratorium RSUD Rejang Lebong
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang, H. Tajri Fauzan, S.Km, M.Si, melalui Kabid P2P, Wisnu Irawan, S.Kep, MM, mengungkapkan bahwa jumlah penderita IMS sifilis dan gonore di Kabupaten Kepahiang saat ini telah mencapai puluhan orang.
Menurut Wisnu, perbedaan antara sifilis dan gonore terletak pada keluhan utama yang dialami penderitanya. Pada gonore, gejala yang muncul adalah kencing nanah, terutama pada pagi hari setelah bangun tidur.
Sementara pada penderita sifilis, atau Raja Singa, keluhan yang dirasakan adalah adanya luka (ulkus) pada alat kelamin, yang bersih dan tidak menimbulkan rasa nyeri.
“Sifilis bisa diobati dan disembuhkan. Namun jika tidak terdeteksi dan diobati dengan cepat, sifilis dapat berkembang menjadi penyakit yang membahayakan dan mengancam nyawa, karena bisa menyerang organ tubuh lainnya,” jelas Wisnu Kepada Flamboyannews.com, Senin (02/10/2023).
Penyakit IMS ini bisa muncul secara bersamaan, meskipun disebabkan oleh jenis bakteri yang berbeda.
Keduanya merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks bebas. Dalam laporan terbaru, terdapat 29 penderita IMS, dengan 23 penderita gonore dan 6 penderita sifilis. Mayoritas penderitanya adalah laki-laki (28 orang) dan 1 orang perempuan.
Baca Juga: Petani di Kecamatan Pinang Raya, Bengkulu Utara Tunda Masa Tanam Akibat Ancaman Kemarau
Terkait puskesmas yang menangani penderita IMS sifilis dan gonore, Wisnu tidak merinci namanya secara detail.
Namun, dia menyebutkan bahwa ada 2 wilayah kecamatan dengan jumlah penderita terbanyak, yaitu Kecamatan Tebat Karai dan Kecamatan Ujan Mas.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan IMS melalui pendidikan kesehatan seksual, pemeriksaan rutin, dan penggunaan pengaman saat berhubungan seks.
Editor : Gina Rivaldo












