“Tradisi Nyama” Unik dalam Perayaan Ulang Tahun IKA SEMAKU Kepahiang

Ratusan Ibu-ibu Rebutan Ikan di Kolam dalam kegiatan Tradisi Nyama di hari Hari Ulang Tahun (HUT) Ke- 1 Ikatan Keluarga Seluma Manna dan Kaur (IKA SEMAKU) Kabupaten Kepahiang, Sabtu (07/10/2023).Flamboyan Foto/Deni
Ratusan Ibu-ibu Rebutan Ikan di Kolam dalam kegiatan Tradisi Nyama di hari Hari Ulang Tahun (HUT) Ke- 1 Ikatan Keluarga Seluma Manna dan Kaur (IKA SEMAKU) Kabupaten Kepahiang, Sabtu (07/10/2023).Flamboyan Foto/Deni

Flamboyannews.com, Kepahiang – IKA Keluarga Seluma Manna dan Kaur (IKA SEMAKU) Kabupaten Kepahiang merayakan ulang tahun pertamanya dengan peristiwa yang unik, Sabtu (07/10/2023).

Ratusan Ibu-Ibu dari komunitas tersebut turun ke sawah atau kolam Balai Benih Ikan (BBI) untuk menangkap ikan secara tradisional menggunakan tangan, dalam tradisi yang dikenal dengan sebutan “Nyama”.

Tradisi Nyama merupakan warisan nenek moyang Suku Melayu Serawai di Provinsi Bengkulu, yang telah dijaga dan dilestarikan selama bertahun-tahun.

Baca Juga: TMMD ke-118 Kolaborasi TNI dan Puskesmas Kayu Kunyit Sosialisasikan Kesehatan dan Posyandu

Hartono, Ketua DPD IKA SEMAKU Kepahiang, mengungkapkan bahwa tradisi Nyama tidak hanya merupakan cara untuk bersuka cita dalam merayakan ulang tahun, tetapi juga sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya nenek moyang mereka.

Selain itu, tradisi ini juga dianggap sebagai bentuk pelestarian budaya yang penting.

“Mudah-mudahan ke depan, tradisi Nyama ini bisa meluas dan melibatkan masyarakat di Kabupaten Kepahiang dan suku Rejang lainnya,” tambah Hartono, berharap agar tradisi ini dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang lebih luas.

Perayaan ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan dan kekeluargaan di antara anggota IKA SEMAKU. Selain itu, mereka juga mampu berintegrasi dengan masyarakat pribumi serta mempromosikan kebersamaan melalui lomba tradisi Nyama.

Pihan Pino, Ketua Umum IKA SEMAKU Provinsi Bengkulu, memberikan apresiasi atas kebersamaan dan kekompakan masyarakat Kepahiang serta IKA SEMAKU.

Ia melihat bahwa keberagaman etnis budaya di Kepahiang telah dilengkapi dengan kehadiran SEMAKU, yang menyatukan berbagai suku Melayu dalam semangat kebersamaan.

Tidak hanya mendapat apresiasi dari komunitasnya sendiri, IKA SEMAKU juga meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Baca Juga: Pemkab Kepahiang Gagas “Menanjak” Aplikasi Inovatif Tingkatkan Pendapatan Daerah

Syafriadi, yang mewakili Gubernur Bengkulu, berjanji untuk mendukung acara serupa di tahun depan dengan menyediakan 1,5 ton ikan untuk lomba Nyama, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kekompakan masyarakat Kepahiang dan IKA SEMAKU.

“Perayaan HUT IKA SEMAKU ini bukan hanya menjadi peringatan ulang tahun organisasi, tetapi juga sebuah peristiwa yang memperlihatkan kekayaan budaya dan solidaritas yang kuat antar masyarakat Kabupaten Kepahiang, “ungkap Syafriadi.

“Tradisi Nyama menjadi daya tarik tersendiri, memperkaya warisan budaya dan mempertegas persatuan dalam keberagaman, “tambah Syafriadi.

Editor : Gina Rivaldo