Flamboyannews.com, Kepahiang – Diperkirakan akibat hujan dan getaran kendaraan berat yang melintas, jalan penghubung antara Kecamatan Kepahiang dan Kecamatan Seberang Musi di Desa Kelilik, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, mengalami longsor, Kamis (12/10/2023).
Warga setempat baru mengetahui kejadian ini pada Rabu, 11 Oktober 2023 pagi, sementara diperkirakan longsor telah terjadi sejak malam Selasa, 10 Oktober 2023.
Kapolres Kepahiang, AKBP. Yana Supriatna, S.IK, M.Si, melalui Kapolsek Kepahiang, Iptu. Desri Zaldi, yang didampingi Bhabinkamtibmas, Briptu. Gilang AP, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.
Masyarakat, terutama pengguna jalan, diimbau untuk berhati-hati saat melewati jalan tersebut.
“Sekarang kami sudah memasang garis polisi di sekitar lokasi. Kami harap masyarakat selalu waspada ketika melintas di sana,” ujar Gilang.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, longsor ini memiliki kedalaman sekitar 30 meter dan telah merusak sebagian besar dari jalan penghubung antara Kecamatan Kepahiang dan Seberang Musi.
“Longsor ini telah merusak setengah dari jalan, kami sangat mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat melintas. Kami tidak ingin ada korban,” tambahnya.
Baca Juga: Kemarahan dan Kekecewaan Warga Bengkulu Terhadap Kerusakan Infrastruktur Jalan Belum Mereda
Longsor ini sebenarnya sudah terjadi sejak setahun yang lalu, namun hingga kini belum mendapat perhatian untuk diperbaiki oleh pemerintah desa atau daerah.
Untuk mencegah timbulnya korban, Polsek Kepahiang akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk melakukan sosialisasi dan imbauan.
Upaya preventif dan koordinasi dengan pemerintah setempat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan keselamatan masyarakat.
“Longsor sudah terjadi sejak tahun lalu, namun sampai sekarang belum diperbaiki. Bahkan sejak kemarin malam, keadaan semakin memburuk dan sekarang sudah merusak setengah jalan,” jelas Gilang.
Editor : Gina Rivaldo












